• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 29/03/2026 17:15
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

India Bikin Prosesor Sendiri, DHRUV64 Jadi Sinyal Perang Chip Global

Membangun prosesor nasional memang bukan pekerjaan singkat. Tapi DHRUV64 menunjukkan bahwa langkah awal bisa dimulai dari prosesor sederhana yang fokus pada kebutuhan strategis, bukan langsung mengejar performa tertinggi.

Denny ZYbyDenny ZY
18/12/25 - 15:04
in Teknologi
A A
prosesor lokal India
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — India kembali membuat langkah yang tak bisa dianggap sepele. Negara tersebut resmi memperkenalkan DHRUV64, prosesor 64-bit pertama buatan dalam negeri, yang langsung jadi sorotan karena menandai ambisi besar India di industri semikonduktor global.

Di saat banyak negara masih bergantung penuh pada chip impor, India justru memilih jalur yang lebih sulit: membangun prosesor sendiri dari nol.

Kenapa DHRUV64 Penting, Meski Bukan Prosesor Kencang?

DHRUV64 bukan prosesor untuk gaming, PC, atau laptop kelas atas. Performanya berada di level dasar dengan konfigurasi dual-core 64-bit dan kecepatan hingga 1,0 GHz. Namun, justru di situlah letak signifikansinya.

Chip ini dirancang sebagai fondasi strategis, bukan produk komersial massal. Targetnya jelas: menopang sektor-sektor krusial seperti jaringan 5G, otomotif, infrastruktur digital, hingga perangkat Internet of Things (IoT).

Bagi India, prosesor ini bukan soal kecepatan, melainkan kedaulatan teknologi.

RISC-V Jadi Senjata Utama India

DHRUV64 dibangun menggunakan arsitektur open-source RISC-V, yang kini semakin dilirik banyak negara dan perusahaan teknologi. Arsitektur ini memungkinkan pengembangan chip tanpa ketergantungan lisensi mahal, sekaligus memberi fleksibilitas tinggi bagi pengembang lokal.

Chip ini diproduksi dengan proses 28 nanometer dan mendukung desain superscalar serta out-of-order execution, teknologi yang membantu efisiensi pemrosesan meski berada di kelas entry-level.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa India tidak sekadar membuat chip simbolis, tetapi benar-benar memikirkan fondasi teknisnya.

Sudah Ada Roadmap, Bukan Proyek Sekali Jalan

Peluncuran DHRUV64 bukan akhir cerita. India sudah menyiapkan roadmap lanjutan menuju prosesor Dhanush dan Dhanush+, yang direncanakan menggunakan teknologi fabrikasi lebih maju.

Pengembangan ini berjalan seiring dengan berbagai program nasional yang mendorong riset semikonduktor, desain chip, hingga penguatan talenta lokal. Artinya, DHRUV64 hanyalah langkah awal dari strategi jangka panjang.

Ini menjadi sinyal bahwa India serius masuk ke arena yang selama ini dikuasai segelintir negara.

Ketergantungan Chip Jadi Alarm Global

Langkah India terasa relevan di tengah kondisi global. Krisis semikonduktor beberapa tahun terakhir membuktikan bahwa ketergantungan pada pasokan chip luar negeri bisa berdampak besar ke industri, ekonomi, bahkan keamanan nasional.

Dengan membangun prosesor sendiri, sebuah negara punya kontrol lebih besar terhadap teknologi kritisnya. DHRUV64 pun menjadi contoh bagaimana isu chip kini bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari strategi geopolitik dan ekonomi digital.

Indonesia Kapan Mulai?

Keberanian India ini memunculkan pertanyaan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tengah percepatan transformasi digital, Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada chip impor, meski riset kampus dan kolaborasi industri mulai bermunculan.

Membangun prosesor nasional memang bukan pekerjaan singkat. Tapi DHRUV64 menunjukkan bahwa langkah awal bisa dimulai dari prosesor sederhana yang fokus pada kebutuhan strategis, bukan langsung mengejar performa tertinggi.

India sudah memulai. Pertanyaannya kini bukan apakah mungkin, tapi siapa yang berani menyusul lebih dulu.

Tags: chip lokalgeopolitik teknologiindustri semikonduktorprosesorriset teknologiteknologi globaltransformasi digital
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

bug samsung 2026

Bug Misterius Samsung 2026: Galaxy S25 Ultra dan Varian Exynos Restart Otomatis Saat Buka Link

byDenny ZY
27/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah pengguna smartphone Samsung di seluruh dunia melaporkan kejadian tak biasa yang mengganggu aktivitas digital mereka...

roadcraft reclaim expansion

RoadCraft Reclaim Expansion Rilis Maret 2026: Fitur Demolisi dan Peta Afrika Utara Terbaru

byDenny ZY
27/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Focus Entertainment bersama pengembang Saber Interactive secara resmi mengumumkan peluncuran ekspansi besar kedua untuk judul simulasi...

mlbb naruto 2026

Kolaborasi MLBB x Naruto 2026: Skin Minato Gusion dan Itachi Julian Resmi Rilis, Simak Cara Dapat Skin Gratis

byDenny ZY
27/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dunia Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan semesta Naruto kembali bersatu dalam sebuah kolaborasi yang paling...

Berita Terbaru

Silaturahmi di Pesantren
Breaking News

Silaturahmi di Pesantren, Kementan dan Pemprov Lampung Perkuat Hilirisasi Tebu dan Komoditas Perkebunan

byMustaan
29/03/2026

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu. Upaya ini...

Read moreDetails
veda ega pratama

Veda Ega Pratama Amankan Start Posisi Keempat Moto3 Amerika Serikat 2026

29/03/2026
Pembalap tim Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio

Fabio Di Giannantonio Rebut Pole Position MotoGP AS 2026

29/03/2026
Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin

Jorge Martin Menangi Sprint Race MotoGP Amerika 2026, Terjatuh Saat Selebrasi!

29/03/2026
Ketua PWM Lampung Prof Sudarman dalam sambutan di acara Silaturahim Syawal 1447 Hijriyah di Gedung Dakwah PWM Lampung. Sabtu, 29 Maret 2026

Muhammadiyah Lampung Transformasi Gerakan Islam Berkemajuan Bidang Ekonomi

29/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.