Bandar Lampung (Lampost.co) — Keyboard yang selama ini identik dengan alat mengetik kini berevolusi drastis. HP resmi memperkenalkan perangkat unik yang membuat banyak orang terkejut: sebuah keyboard yang di dalamnya tertanam PC utuh. Perangkat ini dikenal sebagai HP Elite Keyboard, dan langsung menyita perhatian karena mengaburkan batas antara keyboard, PC desktop, dan konsep all-in-one.
Tak sedikit yang menyebut inovasi ini sebagai masa depan PC harian, sementara yang lain menilainya sebagai ancaman bagi konsep all-in-one konvensional. Lantas, apa sebenarnya HP Elite Keyboard dan seberapa revolusioner perangkat ini?
Keyboard, tapi Isinya PC Lengkap
Jika biasanya keyboard hanya berfungsi sebagai perangkat input, HP Elite Keyboard justru menjadi otak utama komputer. Seluruh komponen penting PC disematkan langsung di dalam bodi keyboard.
Di dalamnya terdapat prosesor AMD Ryzen AI 300 series, RAM, media penyimpanan SSD, hingga sistem grafis terintegrasi. Artinya, pengguna tidak membutuhkan CPU tower atau mini PC terpisah. Cukup sambungkan keyboard ini ke monitor, mouse, dan perangkat pendukung lain, maka sistem langsung bisa digunakan.
Monitor Justru “Hidup” dari Keyboard
Hal paling menarik dari HP Elite Keyboard adalah konsep kerjanya yang terbalik. Bukan monitor yang menjadi pusat sistem, melainkan keyboard itulah yang menyalakan dan menjalankan seluruh komputasi.
Keyboard ini dilengkapi port output display, sehingga monitor berfungsi murni sebagai layar eksternal. Pendekatan ini membuat meja kerja jauh lebih ringkas, minim kabel, dan sangat cocok untuk ruang kerja modern maupun kantor hybrid.
RAM dan Storage Bisa Di-upgrade
Berbeda dari perangkat all-in-one atau laptop tipis yang biasanya sulit di-upgrade, HP Elite Keyboard masih memberi fleksibilitas. RAM dan storage dapat ditingkatkan, memungkinkan perangkat dipakai lebih lama tanpa cepat usang.
Ini menjadi nilai tambah besar bagi pengguna profesional yang membutuhkan performa stabil namun tetap menginginkan desain ringkas.
Punya Baterai Sendiri
HP Elite Keyboard juga dibekali baterai internal, sehingga tidak langsung mati ketika dilepas dari sumber listrik. Meski bukan untuk mobilitas penuh seperti laptop, baterai ini berguna saat perpindahan tempat kerja, presentasi singkat, atau kondisi darurat.
Konsep ini menjadikannya hybrid antara desktop dan perangkat portabel.
Ditujukan untuk Era AI dan Kerja Hybrid
Penggunaan prosesor AMD Ryzen AI 300 menunjukkan bahwa perangkat ini disiapkan untuk beban kerja berbasis AI, multitasking, dan produktivitas modern. HP menyasar segmen profesional, kantor, hingga kreator yang menginginkan workstation sederhana tanpa ribet.
Dengan tren kerja hybrid yang terus berkembang, desain PC tersembunyi di keyboard dinilai lebih fleksibel dibanding desktop atau all-in-one konvensional.
Masa Depan PC atau Akhir All-in-One?
Kehadiran HP Elite Keyboard memunculkan pertanyaan besar: apakah ini masa depan PC harian, atau justru awal dari berakhirnya konsep all-in-one yang kita kenal?
Di satu sisi, desain ini menawarkan efisiensi ruang, kemudahan setup, dan estetika minimalis. Di sisi lain, konsepnya masih terbilang baru dan belum tentu cocok untuk semua kalangan, terutama pengguna yang membutuhkan performa ekstrem.
Yang jelas, HP Elite Keyboard membuktikan bahwa PC tidak lagi harus berbentuk kotak besar atau layar tebal. Keyboard kini bukan sekadar alat input, melainkan pusat komputasi itu sendiri—sebuah lompatan desain yang berpotensi mengubah cara kita bekerja di masa depan.







