Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki minggu kedua Maret 2026, euforia menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa di tengah masyarakat. Namun, seiring dengan jadwal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diprediksi jatuh pada pertengahan bulan ini, ancaman kejahatan siber juga dilaporkan meningkat secara signifikan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peringatan dini. Direktorat Reserse Siber Kepolisian RI juga menyampaikan hal serupa. Peringatan ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas penipuan digital. Pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat. Situasi ini sering terjadi saat orang sibuk mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
Di tahun 2026, metode kejahatan siber semakin canggih. Pelaku tidak hanya mengandalkan cara lama. Banyak penipuan kini memanfaatkan rekayasa sosial atau social engineering. Teknik ini digunakan untuk memanipulasi korban agar memberikan data pribadi. Selain itu, pelaku juga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Kombinasi teknologi ini membuat modus penipuan semakin sulit dikenali.
Modus Penipuan Digital yang Marak di Tahun 2026
Berdasarkan data laporan siber terkini, berikut adalah beberapa modus operandi yang paling sering ditemukan sepanjang periode Ramadan 2026:
- 1. Kurir Paket Palsu dan File APK 2.0
Pelaku mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp atau Telegram yang berpura-pura sebagai kurir ekspedisi. Mereka mengirimkan lampiran dokumen yang diklaim sebagai foto paket atau resi pengiriman, namun sebenarnya adalah file instalasi aplikasi (APK) berbahaya. Jika diinstal, aplikasi ini mampu menyedot data SMS (termasuk OTP bank) dan menguras saldo rekening korban secara otomatis. - 2. Phishing Promo Belanja dan THR Gratis
Banyak beredar tautan (link) melalui media sosial yang menawarkan “THR Gratis dari Pemerintah” atau “Promo Diskon Lebaran 90%”. Saat diklik, korban akan diarahkan ke situs palsu yang meminta data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, dan kode akses perbankan digital. - 3. Penipuan Penukaran Uang Baru
Mengingat tradisi membagikan uang baru saat Idulfitri, muncul situs-situs tidak resmi atau pesan berantai yang menawarkan jasa penukaran uang dengan kurs menarik tanpa antre. Masyarakat diminta waspada karena banyak di antaranya adalah upaya pencucian uang atau murni penipuan uang palsu. - 4. Deepfake Voice Impersonation
Tahun 2026 mencatatkan kemunculan modus baru berupa penggunaan suara berbasis AI. Penipu dapat meniru suara anggota keluarga yang meminta kiriman dana darurat untuk keperluan mudik atau perbaikan kendaraan di jalan.
Langkah Lindungi Dana THR Anda
Redaksi Lampost.co merangkum beberapa tips esensial dari pakar keamanan digital untuk memastikan dana hari raya Anda tetap aman:
- Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan perlindungan tambahan di semua aplikasi perbankan, dompet digital, dan media sosial Anda. Jangan hanya mengandalkan kata sandi.
- Kampanye #JanganAsalKlik: Jangan pernah mengeklik tautan atau mengunduh dokumen dari nomor yang tidak dikenal. Selalu verifikasi status pengiriman paket langsung melalui aplikasi resmi ekspedisi.
- Verifikasi Identitas Melalui Video Call: Jika ada kerabat yang meminta bantuan dana secara mendadak lewat telepon, segera lakukan video call untuk memastikan identitas mereka dan menghindari penipuan berbasis AI.
- Bertransaksi di Platform Resmi: Untuk zakat, donasi, atau penukaran uang, pastikan menggunakan lembaga yang telah terdaftar resmi di OJK atau Bank Indonesia.
Jika Anda menjadi korban atau menemukan aktivitas mencurigakan, segera hubungi layanan aduan siber kepolisian atau kontak resmi bank Anda untuk melakukan pemblokiran rekening secepatnya. Mari tetap waspada agar kemenangan di hari raya tidak ternodai oleh ulah pelaku kejahatan siber.
Pantau terus informasi terkini mengenai keamanan digital dan persiapan Lebaran 2026 hanya di Lampost.co.








