Bandar Lampung (Lampost.co) — Asus resmi mendistribusikan Dual GeForce RTX 5050 8GB GDDR6 OC Edition, kartu grafis generasi terbaru yang membawa arsitektur Blackwell ke segmen harga yang lebih terjangkau. GPU ini langsung menarik perhatian karena menawarkan teknologi DLSS 4 berbasis AI, yang digadang-gadang mampu mengubah pengalaman gaming, khususnya di resolusi 1080p hingga 2K, dengan harga kisaran Rp5,2 juta.
Di tengah tuntutan game modern yang semakin berat, kehadiran RTX 5050 menjadi jawaban bagi gamer yang ingin mencicipi teknologi terbaru NVIDIA tanpa harus masuk kelas flagship. Namun, seberapa besar peningkatan performa yang benar-benar ditawarkan kartu grafis ini?
Desain Ringkas, Cocok untuk PC SFF
Varian Asus Dual GeForce RTX 5050 OC Edition tampil dengan desain minimalis dan dimensi ringkas. Panjangnya hanya sekitar 203 mm dengan ketebalan 2 slot, membuatnya sangat kompatibel untuk berbagai casing, termasuk rakitan Small Form Factor (SFF) yang kini semakin populer.
Sistem pendingin mengandalkan dua kipas Axial-tech dengan dual-ball bearing, yang dirancang untuk durabilitas tinggi dan operasional lebih senyap. Untuk konektivitas, Asus menyematkan konfigurasi esensial: satu port HDMI dan tiga DisplayPort, cukup untuk kebutuhan gaming maupun produktivitas.
Menariknya, GPU ini juga dibekali hardware switch untuk memilih profil performa atau kualitas tanpa perlu membuka aplikasi tambahan seperti NVIDIA App, memudahkan pengguna pemula saat setup awal.
Spesifikasi Teknis dan Arsitektur Blackwell
RTX 5050 dibangun di atas chip GB207, silikon terkecil dalam keluarga Blackwell dari NVIDIA. Meski diposisikan sebagai penerus RTX 3050, pendekatan yang diambil terbilang unik.
GPU ini memiliki 2.560 CUDA Cores, jumlah yang memang lebih sedikit dibanding RTX 4060. Namun, kekurangan tersebut ditebus dengan boost clock agresif hingga 2.677 MHz pada versi OC Edition, menjadikannya salah satu GPU kelas menengah dengan clock tertinggi di kelasnya.
Fokus Utama: DLSS 4 Multi-Frame Generation
Alih-alih menjual performa mentah, RTX 5050 mengandalkan DLSS 4 Multi-Frame Generation (MFG) sebagai nilai jual utama. Teknologi ini memungkinkan GPU menghasilkan hingga tiga frame tambahan dari satu frame hasil render tradisional, memanfaatkan akselerasi AI.
Dalam pengujian pada game berat seperti Cyberpunk 2077, DLSS 4 terbukti mampu mendongkrak framerate hingga kisaran 85 fps dengan pengaturan optimal. Sementara itu, Monster Hunter Wilds berjalan mulus di rata-rata 77 fps pada resolusi 2K.
Namun, saat diuji menjalankan Black Myth: Wukong, GPU ini masih kesulitan menembus 30 fps di resolusi 2K, menandakan bahwa DLSS tetap memiliki batas ketika berhadapan dengan game sangat berat.
VRAM 8GB, Cukup tapi Mulai Kritis
Satu catatan penting dari Asus Dual GeForce RTX 5050 adalah penggunaan VRAM 8GB GDDR6 dengan bus 128-bit. Di tahun 2026, kapasitas ini mulai dianggap sebagai batas minimum, terutama untuk game AAA terbaru dengan tekstur resolusi tinggi.
Meski begitu, berkat bantuan DLSS dan optimalisasi AI, keterbatasan VRAM ini masih bisa ditoleransi untuk gaming kompetitif dan game esports.
Kesimpulan: Siapa yang Cocok Membeli RTX 5050?
Asus Dual GeForce RTX 5050 8GB GDDR6 OC Edition adalah GPU minimalis yang mengandalkan kecerdasan buatan, efisiensi daya, dan desain ringkas. Konsumsi dayanya relatif rendah dan tidak memerlukan konektor daya khusus, menjadikannya ramah untuk upgrade PC lama.
Kartu grafis ini cocok bagi:
-
Gamer kompetitif yang mengejar FPS tinggi di game esports
-
Pengguna PC SFF yang butuh GPU ringkas
-
Kreator konten pemula yang memanfaatkan encoding AV1
Namun, bagi gamer AAA yang mengincar kualitas grafis ultra jangka panjang, keterbatasan VRAM 8GB patut menjadi pertimbangan.
Plus
-
DLSS 4 Multi-Frame Generation sangat membantu
-
Operasional senyap dan suhu terjaga
-
Desain 2 slot, ramah casing kecil
Minus
-
VRAM 8GB mulai terasa mepet untuk game masa depan
Secara keseluruhan, RTX 5050 OC Edition adalah bukti bahwa optimalisasi AI kini menjadi kunci utama performa GPU generasi terbaru.








