Langkah inovatif ini bertujuan memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi daerah secara terintegrasi dengan sektor manufaktur dan jasa pariwisata saling menopang.
Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan terobosan dalam strategi pembangunan daerah dengan mengarahkan pengembangan sejumlah kawasan industri baru sebagai penunjang sektor pariwisata. Langkah inovatif ini bertujuan memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi daerah secara terintegrasi dengan sektor manufaktur dan jasa pariwisata saling menopang satu sama lain.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan visi pembangunan kawasan industri di Bumi Ruwa Jurai kini tidak lagi hanya terpaku pada hilirisasi komoditas pangan. Lebih dari itu, pihaknya merancang kawasan-kawasan strategis itu terhubung langsung dengan pengembangan destinasi wisata unggulan di berbagai wilayah Lampung.
Salah satu titik fokus utama dalam konsep integrasi ini adalah Kawasan Industri Rejosari. Memiliki luas lahan mencapai 4.000 hektare yang membentang di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran, kawasan ini menjadi aset paling strategis. Keunggulannya terletak pada kedekatan dengan infrastruktur vital seperti Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Pelabuhan Panjang, dan Bandara Radin Inten II.
Konektivitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalur logistik industri, tetapi juga menjadi proyeksi sebagai jalur akses utama bagi wisatawan. Dengan infrastruktur jalan yang mumpuni di sekitar kawasan industri, akses menuju destinasi wisata pesisir dan gugusan pulau indah di Kabupaten Pesawaran akan makin mudah dan cepat. Harapannya hal ini mampu meningkatkan volume kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan percepatan pembangunan kawasan industri sangat krusial untuk mengatasi hambatan investasi yang selama ini sering terjadi. Pemprov Lampung kini fokus pada penyelesaian dokumen perencanaan, terutama rencana tata ruang wilayah (RTRW).
“Dengan kesiapan dokumen dan regulasi yang jelas, investor baik di sektor industri maupun pariwisata akan memiliki kepastian hukum. Ini mempermudah mereka untuk masuk dan mengembangkan usahanya di Lampung,” ujar Gubernur. Gubernur berharap integrasi ini mampu menciptakan ekosistem bisnis yang stabil. Nantinya penyediaan produk industri lokal dapat langsung memenuhi kebutuhan industri jasa pariwisata, seperti perhotelan dan kuliner.
Selain Rejosari, beberapa kawasan industri lainnya juga memiliki peran spesifik dalam rantai pasok pariwisata:
Integrasi antara industri dan pariwisata akan menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal. Mulai dari pembukaan lapangan pekerjaan baru di sektor pabrikasi hingga meningkatnya permintaan jasa di sektor perhotelan dan ekonomi kreatif.
Dengan konsep pengembangan yang terpadu ini, Lampung optimistis dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatra. Adapun basisnya ada pada kekuatan industri dan kemolekan pariwisata.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update