• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 17/03/2026 00:39
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nuansa

Pengaruh Pram

Pram, sapaan akrabnya, seakan terus hidup dan memberikan pengaruh yang tidak pernah habis oleh zaman yang terus bergerak. 

Wandi BarboybyWandi Barboy
06/03/25 - 11:16
in Nuansa
A A
Pram saat menjadi google doodle pada 2017 saat perayaan kelahiran di usia ke-92 tahun. Pengaruh Pram terasa hingga kini.

Pram saat menjadi google doodle pada 2017 saat perayaan kelahiran di usia ke-92 tahun. Pengaruh Pram terasa hingga kini.

ADVERTISEMENT

Oleh ; Wandi Barboy
Wartawan Lampung Post

NAMA Pramoedya Ananta Toer (PAT) sungguh tak lekang oleh waktu. Pram, sapaan akrabnya, seakan terus hidup dan memberikan pengaruh yang tidak pernah habis oleh zaman yang terus bergerak.

Koran Kompas memberikan tempat yang khusus di halaman pertama sepanjang perayaan Festival Seabad Pram di Blora dan Jakarta. Kini, Majalah Tempo edisi 23 Februari 2025 turut memberikan rubrik spesial tentang sosok sastrawan yang karyanya menembus dunia internasional.

Majalah Tempo memberikan rubrik khusus dengan nama “Iqra”. “Iqra” bisa berarti bacalah. Pramoedya sering menekankan bahwa setiap karya itu mestinya dibaca, bukan dibakar. Di masa rezim Orde Baru, karya Pram selalu dianggap kontroversial dengan segala dalihnya dari para penguasa kala itu. Anak-anak rohani Pram – Istilah Pram untuk buku/karya yang terbit- kerap kali mengalami sensor dari penguasa dan pada akhirnya dibakar. Begitulah.

Jurnalis Majalah Tempo melakukan riset mendalam dan menemukan fakta yang tersaji dengan memaparkan Pram dalam angka (Hlm17-18). Yang mencengangkan, 30 judul karya ditulis Pramoedya kala berusia 31 tahun pada 1956. Tidak hanya itu, karya Pramoedya juga sudah diterjemahkan lebih dari 42 bahasa di seluruh dunia. Angka satu dekade atau 10 tahun merupakan masa pembuangannya di pulau Buru. Sudah barang tentu sejumlah penghargaannya di dalam dan luar negeri. Tempo mencatat Pramoedya menerima 16 penghargaan semasa hidup.

Pada rubrik Iqra, Tempo mengangkat judul “Pengaruh Pram setelah 100 tahun (Hlm.54).” Indonesianis Max Lane yang pertama kali menerjemahkan karya Pramoedya ke dalam bahasa Inggris juga memberikan kuliah umum di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Inspirasi

Tulisan-tulisan Pramoedya, menurut Max Lane, telah menjadi inspirasi perlawanan di masa Orde Baru. Karyanya menjadi bahan bacaan untuk mereka yang menentang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada masa Orde Baru. Tulisan Pramoedya selalu menganjurkan untuk berpihak kepada kemanusiaan, keadilan, dan keindahan.

Lane juga menyoroti kedekatan Pramoedya dengan aktivis-aktivis muda saat rezim Orde Baru berkuasa. Menurutnya, banyak aktivis muda kala itu terpengaruh dan mereguk inspirasi dari karya-karya Pramoedya. Sedangkan sekarang Lane memberikan kesan tokoh muda memang terinspirasi dengan Pramoedya. Tapi, setelah mereka mengagumi sosok dan karya Pram, mereka tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya. Begitulah.

 

Terakhir, Lane menyebut sosok Minke itu embrio manusia Indonesia. Sosok Minke dalam karya tetralogi pulau Buru merupakan sosok Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. (R.M.T.A.S). Tempo juga menuliskan judul Tetralogi yang Mengguncang Orde Baru. Tetralogi adalah empat karya Pramoedya yang meledak (viral) selama pembuangan di pulau Buru. Berurutan yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Terakhir, Tempo menuliskan judul Pemecah Kesunyian Kritik Kolonial.

Sampai sekarang para penggemar Pramoedya di seluruh Indonesia terus merefleksikan diri dan mengkhidmati karya Pramoedya dengan berbagai kegiatan. Pengaruh Pramoedya kian terasa menyala di tengah para pembacanya.

Tags: majalah tempoPengaruh Prampengaruh pramoedyapenggemar pramPramoedya Ananta ToerPramoedya atau Pramsejarah indonesia
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Jalan Pulang

Jalan Pulang

byDenny ZY
15/03/2026

Deni Zulniyadi       Wartawan Lampung Post Bandar Lampung (Lampost.co) -- RAMADAN 2026 sudah berada di tikungan terakhir. Di tengah...

ilustrasi yang datang dan yang pergi

Yang Datang dan yang Pergi

byIsnovan Djamaludin
25/05/2025

DALAM hidup, selalu ada satu kenyataan yang tidak pernah berubah: segala sesuatu datang dan pergi. Entah itu orang, pekerjaan, musim...

Konten Berdurasi Pendek

Konten Berdurasi Pendek

byRicky Marly
22/05/2025

Ricky Marly  Wartawan Lampung Post SAAT ini media sosial tidak bisa lepas dari gaya hidup anak-anak. Anak menonton berbagai jenis...

Berita Terbaru

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat menunaikan zakat fitrah dan zakat mal di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin, 16 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung
Lampung

Gubernur Lampung Ajak Masjid Terbuka 24 Jam Sambut Pemudik di Jalur Sumatera

byTriyadi Isworo
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau pengurus masjid melayani pemudik. Apalagi masjid sepanjang jalur lintas sumatera...

Read moreDetails
ASDP Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Buruk Selama Periode Mudik

ASDP Siapkan Antisipasi Hadapi Cuaca Buruk Selama Periode Mudik

16/03/2026
BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Buruk, Gelombang Tinggi Hingga Hujan

BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Buruk, Gelombang Tinggi Hingga Hujan

16/03/2026
skuad MU rayakan kemenangan

MU Kembali ke Jalur Kemenangan, Tekuk Aston Villa 3-1

16/03/2026
suasana laga liverpool vs tottenham hotspur

Liverpool Tertahan di Anfield, Gol Menit Akhir Richarlison Selamatkan Tottenham

16/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.