• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/09/2025 02:25
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Teknologi

Upin & Ipin Universe: Ketika Ekspektasi Tinggi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Alasannya pun beragam. Mulai dari gameplay yang tidak berkembang, nilai replayability rendah, hingga kekecewaan atas fitur yang tidak sesuai promosi.

Denny ZYbyDenny ZY
06/08/25 - 11:12
in Teknologi
A A
Upin & Ipin Universe, bug teknis, gameplay dangkal, ulasan buruk, boikot Malaysia, komunitas gamer, pengalaman bermain

Bandar Lampung (Lampost.co) — Upin & Ipin Universe bukan sekadar game anak-anak. Ia hadir membawa nama besar dua karakter ikonik yang membentuk masa kecil jutaan orang di Asia Tenggara. Namun setelah ekspektasi melambung tinggi, kenyataan di lapangan justru membuktikan sebaliknya.

Kini, setelah sekian waktu berjalan pasca peluncuran, banyak pemain mulai mengajukan satu pertanyaan penting: Apakah game ini masih relevan dimainkan, atau sudah waktunya move on?

Visual Apik Tak Selalu Menyelamatkan Gameplay

Tidak bisa dipungkiri, game ini punya pesona visual yang kuat. Detail lingkungan kampung, suara latar tropis, dan desain karakter terasa familier sekaligus menyenangkan. Para pengembang sukses menghadirkan atmosfer khas Durian Runtuh yang memanjakan mata.

Namun, di balik semua itu, banyak pemain merasa bahwa keindahan grafis tersebut tidak diimbangi dengan kedalaman gameplay. Interaksi terbatas, mini-game cepat membosankan, dan alur permainan kurang menggugah. Bahkan, beberapa fitur yang dijanjikan sejak awal justru tak terasa penting dalam pengalaman bermain sehari-hari.

Masalah Teknis yang Tak Kunjung Usai

Satu hal yang masih jadi ganjalan besar adalah masalah teknis. Pemain masih melaporkan bug seperti karakter yang stuck, frame drop parah, atau visual yang glitch di beberapa perangkat. Meskipun update sudah dirilis berkali-kali, tampaknya perbaikan tersebut belum sepenuhnya tuntas.

Lebih parah lagi, sebagian pemain justru merasa update malah menambah masalah baru. Hal ini membuat frustrasi, apalagi bagi mereka yang sudah membeli game ini dengan ekspektasi tinggi.

Ulasan Pengguna yang Terus Menurun

Seiring waktu, ulasan pengguna di platform digital menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Banyak yang awalnya memberikan bintang 4 atau 5 kini mulai mengoreksi ulasannya menjadi 2 atau bahkan 1 bintang.

Alasannya pun beragam. Mulai dari gameplay yang tidak berkembang, nilai replayability rendah, hingga kekecewaan atas fitur yang tidak sesuai promosi. Ini menunjukkan adanya jurang antara ekspektasi awal dan realitas yang dihadapi pemain.

Komunitas Pecah: Nostalgia vs Kekecewaan

Yang menarik, komunitas penggemar Upin & Ipin Universe justru terpecah dua. Sebagian tetap setia karena nostalgia dan atmosfer lokal yang kuat. Namun sebagian lain mulai bersuara lantang menyuarakan kritik. Bahkan, beberapa forum komunitas kini lebih banyak membahas bug daripada konten gameplay.

Bukan berarti game ini tidak punya potensi. Sebaliknya, dengan basis karakter sekuat Upin & Ipin, seharusnya game ini bisa berkembang jauh lebih besar. Sayangnya, pengembang tampaknya belum mampu membaca dinamika komunitas dengan tepat.

Kontroversi Etika dan Seruan Boikot

Selain isu teknis, Upin & Ipin Universe juga mengalami masalah etika. Kasus penggunaan klip video kreator tanpa izin jadi pemantik konflik di kalangan gamer, terutama di Malaysia. Akibatnya, seruan boikot pun menggema di media sosial.

Isu ini memperparah citra game yang sudah lebih dulu terguncang oleh bug dan gameplay lemah. Pengembang memang sudah mencoba memberi klarifikasi, namun respons publik tampaknya belum sepenuhnya mereda.

Hal ini menunjukkan bahwa reputasi digital bukan hanya soal konten, tetapi juga bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan komunitasnya. Sekali kepercayaan rusak, sulit untuk memperbaikinya.

Haruskah Game Ini Berubah Arah?

Pertanyaan besar saat ini adalah: apakah game ini bisa bangkit? Jawabannya: masih bisa. Namun, perubahan harus terjadi dari akar. Pengembang perlu menyusun ulang roadmap, memperbaiki sistem secara menyeluruh, dan membuka diri terhadap kritik pemain.

Tanpa pendekatan yang transparan dan terbuka, sulit rasanya mengembalikan minat pemain lama, apalagi menjaring pemain baru.

Kesimpulan

Upin & Ipin Universe sebenarnya punya modal besar untuk jadi game ikonik regional. Sayangnya, pengelolaan modal itu tidak dengan baik. Visual yang cantik tidak cukup menutupi gameplay yang dangkal, bug yang mengganggu, serta konflik etika yang belum selesai.

Kini saatnya pengembang melakukan introspeksi. Jika tidak, game ini hanya akan menjadi kenangan sebagai proyek ambisius yang gagal memenuhi ekspektasi. Pemain ingin lebih dari sekadar nostalgia — mereka butuh pengalaman bermain yang solid, jujur, dan berkelas

Tags: game open world anakgame open-worldgame upin ipinUpin & Ipin Universe
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Lenovo Legion Go 2

Lenovo Legion Go 2: Konsol Handheld Generasi Baru yang Siap Saingi Steam Deck

byDenny ZY
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lenovo kembali menghadirkan kejutan di dunia gaming portabel dengan merilis Lenovo Legion Go 2. Ini adalah...

metal gear solid delta snake eater

Metal Gear Solid Delta: Snake Eater Resmi Rilis — Harga, Fitur Baru, dan Spesifikasi PC

byDenny ZY
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Setelah penantian panjang, Metal Gear Solid Delta: Snake Eater akhirnya resmi hadir di pasaran. Remake ini...

kampanye peretasan WhatsApp

WhatsApp Bongkar Kampanye Peretasan Global, Targetkan Kurang dari 200 Orang

byDenny ZY
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- WhatsApp kembali mengingatkan dunia akan ancaman serius dari dunia maya. Aplikasi pesan instan milik Meta ini...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.