Kalianda (Lampost.co) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berupaya mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Upaya ini menjadi strategi penting menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat tetap sejahtera.
Poin Penting:
-
Pemkab Lampung Selatan mempercepat pengendalian inflasi melalui program nyata di tingkat kecamatan.
-
Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di 17 titik kecamatan terbukti meringankan beban masyarakat.
-
Strategi daerah fokus pada pengendalian inflasi, penguatan koperasi desa, dan swasembada pangan lokal.
Langkah konkret terlihat dari partisipasi Pemkab Lampung Selatan dalam rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa, 2 September 2025. Rapat virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu juga diikuti Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Arahan Pemerintah Pusat
Dalam pemaparannya, Zulkifli Hasan menegaskan Indonesia kini berada dalam posisi surplus pangan. Produksi gabah nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan hanya 30 juta ton.
Baca juga: Mendagri Puji Pemkab Lamsel dalam Menjaga Stabilitas Politik Lokal dan Kamtibmas
“Tahun ini kita surplus lebih dari 3 juta ton. Tahun lalu kita impor besar, tetapi sekarang tidak. Bulog juga menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan masyarakat,” ujarnya.
Zulkifli juga menekankan percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan di daerah. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui koperasi desa akan memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
Gerakan Pangan Murah
Di sisi lain, sejalan dengan arahan pusat, Pemkab Lampung Selatan melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di 17 kecamatan pada Sabtu, 30 Agustus 2025). Program yang berkolaborasi dengan Bulog ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Asisten Ekobang Setkab Lampung Selatan, Dulkahar, menyampaikan kegiatan GPM terbukti efektif. “Kegiatan ini meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Kami optimistis Lampung Selatan bisa menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Strategi Pemkab Kendalikan Inflasi
Beberapa langkah nyata yang Pemkab Lampung Selatan lakukan, meliputi menjalankan program Gerakan Pangan Murah secara rutin di seluruh kecamatan, dan memperkuat kerja sama dengan Bulog untuk menjaga pasokan beras dan bahan pokok.
Selain itu, mendukung percepatan swasembada pangan lokal berbasis desa dan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait strategi pengendalian inflasi. Dengan strategi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap inflasi tetap terkendali, harga pangan stabil, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kebijakan ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat sehingga ketahanan pangan daerah terjaga. Stabilitas harga pangan membuat warga lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam program pangan lokal turut membuka peluang usaha baru di tingkat desa.








