Jakarta (Lampost.co) – Film Perempuan Pembawa Sial menghadirkan horor berbeda dengan sentuhan budaya Jawa. Cerita menggabungkan romansa, kutukan, dan atmosfer mistis.
Poin Penting
- Film Perempuan Pembawa Sial sutradara Fajar Nugros. Mengangkat mitos Bahu Laweyan dari budaya Jawa.
- Raihaanun dan Morgan Oey tampil dengan chemistry kuat. Didik Nini Thowok hadir memperkuat nuansa mistis.
- Visual pedesaan, tata cahaya gelap, dan efek suara detail . Film horor ini gabungkan romansa, psikologis, dan budaya lokal.
Film ini disutradarai Fajar Nugros dan diproduksi IDN Pictures. Pemutaran perdana di JAFF 2024 langsung menarik perhatian publik.
Sinopsis Film Perempuan Pembawa Sial
Tokoh Mirah (Raihaanun). Ia hidup di bawah kutukan Bahu Laweyan yang di yakini membawa kemalangan bagi pria yang mencintainya.
Bana (Morgan Oey), hadir sebagai sosok rasional yang memandang Mirah melampaui takhayul. Cinta mulai melawan kutukan.
Film ini menyajikan pengambilan gambar pedesaan dengan tata cahaya gelap dan efek suara detail. Ketegangan terasa sejak awal.
Mitos Bahu Laweyan Jadi Poros Cerita
Mitos Bahu Laweyan digarap secara simbolis dan penuh makna. Elemen budaya Jawa ini memperkaya cerita dan menambah daya tarik film.
Kehadiran Didik Nini Thowok sebagai perantara dunia gaib memberi nuansa autentik. Unsur budaya Jawa semakin terasa kuat.
Film ini memadukan horor psikologis, romansa, dan budaya Jawa. Penampilan Raihaanun dan Morgan Oey menunjukkan chemistry mendalam.








