Jakarta (Lampost.co) – DPR merespon instruksi Presiden Prabowo untuk mengalokasikan uang korupsi menjadi beasiswa. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan sebagian hasil pengembalian dana korupsi senilai Rp13 triliun ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menilai kebijakan tersebut sangat tepat untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
“Saya kira sudah tepat Pak Prabowo itu membangun dari SDM. Kita sudah lama hanya fokus pada infrastruktur dan hal-hal yang tidak langsung mengatasi persoalan kehidupan masyarakat,” ujar Fikri saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurutnya, penguatan dana abadi pendidikan merupakan investasi strategis. SDM yang unggul akan mampu menyelesaikan beragam persoalan bangsa secara mandiri dan berkelanjutan. Ia juga menilai, tambahan dana dari pemerintah sangat dibutuhkan karena jumlah pendaftar beasiswa LPDP meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir.
“Dari 2023 itu ada 33.394 pendaftar, 2024 naik menjadi 52.842, dan tahun ini lebih dari 78 ribu pendaftar. Kenaikannya luar biasa,” ungkap Fikri.
Fikri menjelaskan, dana abadi LPDP hingga 2025 telah mencapai Rp154,11 triliun, namun masih mengalami defisit sekitar Rp637 miliar akibat lonjakan jumlah pendaftar. Dengan demikian, tambahan dana dari hasil pengembalian kasus korupsi akan sangat membantu mengatasi keterbatasan yang ada.
“Tambahan dana itu penting agar LPDP tetap bisa membiayai calon penerima beasiswa tanpa harus memangkas jumlah penerima,” katanya.
Politikus PKS itu menilai kebijakan tersebut juga akan membuka peluang bagi masyarakat miskin yang memiliki potensi akademik tinggi untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
“Banyak anak Indonesia yang sangat cerdas, IQ-nya di atas 120, tapi berasal dari keluarga miskin. Mereka ini harus ditampung, dan LPDP menjadi jembatan untuk itu,” tegasnya.
Bangun SDM
Lebih jauh, Fikri menilai arah kebijakan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada pembangunan SDM sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya saing bangsa. Ia menekankan, fokus pemerintah pada manusia Indonesia akan memberikan dampak jangka panjang yang lebih signifikan daripada sekadar pembangunan fisik.
“Kalau SDM kita kuat, kemiskinan bisa ditekan. Karena orang terdidik punya kemampuan menciptakan solusi, membuka lapangan kerja, dan bersaing secara global,” ujarnya.
Fikri juga berharap pemerintah konsisten memperkuat ekosistem pendidikan, mulai dari beasiswa, riset, hingga pengembangan keahlian vokasional. Dengan cara itu, dana abadi LPDP akan menjadi fondasi nyata untuk mencetak generasi unggul yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.








