Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung mencatat 3.977 kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang 2025. Angka itu baru mencapai 67,77 persen dari target capaian temuan sebanyak 5.868 kasus.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temanggung, mengatakan pihaknya terus berupaya memperluas deteksi kasus agar seluruh penderita TBC mendapat penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
“Data hingga 4 November 2025 menunjukkan ada 3.977 kasus TBC di wilayah Kota Bandar Lampung,” ujar Muhtadi, Kamis, 6 November 2025.
Dari jumlah tersebut, 444 pasien merupakan anak-anak. Capaian ini sudah mencapai 96 persen dari target temuan kasus TBC pada usia anak.
Selain penemuan kasus aktif, Dinkes juga gencar melakukan penelusuran (tracing) terhadap warga yang diduga mengidap TBC. Berdasarkan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), pihaknya mencatat 29.590 pasien dengan dugaan TBC. Angka itu melampaui target semula yang ditetapkan sebanyak 28.520 orang.
“Temuan terduga TBC ini sudah melampaui target. Hal ini menunjukkan upaya deteksi dini di lapangan berjalan efektif,” kata Muhtadi.
Layanan Pengobatan
Ia menegaskan seluruh pasien yang terdeteksi telah memperoleh pelayanan pengobatan. Dari total pasien tersebut, sebanyak 86,90 persen atau 3.024 orang telah berhasil menyelesaikan pengobatan.
“Sisanya masih dalam tahap pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan kami,” tambahnya.
Namun, Muhtadi mengakui program terapi pencegahan belum menjangkau seluruh kelompok sasaran. Hingga saat ini baru 325 orang menjalani terapi pencegahan TBC, sedangkan targetnya mencapai 6.575 orang.
“Upaya terapi pencegahan ini memang perlu dukungan lebih kuat, baik dari tenaga medis maupun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Dinkes Bandar Lampung berkomitmen meningkatkan cakupan deteksi dini, pengobatan tuntas, serta sosialisasi pencegahan kepada masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, pihaknya berharap kasus TBC di kota ini dapat terus ditekan dan penularan bisa dihentikan.








