Jakarta (Lampost.co) — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diproyeksikan hanya mencapai 5,08%. Angka itu sedikit lebih tinggi daripada kuartal III 2025 yang berada di level 5,04%. Namun, level tersebut masih jauh di bawah target Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang mematok pada kisaran 5,6% hingga 5,7% sepanjang tahun.
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, memprediksi aktivitas konsumsi selama periode Natal dan Tahun Baru menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada triwulan terakhir.
Ia melihat indikator konsumsi menunjukkan tren meningkat. Data penjualan ritel pada Oktober 2025 mencatat pertumbuhan 4,3%, naik dari September yang tumbuh 3,7%. Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang Bank Indonesia rilis juga menguat signifikan menjadi 121,2 dari sebelumnya 115.
“Kuartal IV 2025 terlihat cukup kuat. Momen libur akhir tahun mendongkrak aktivitas belanja. Konsumsi domestik memberi efek langsung kepada pertumbuhan ekonomi,” kata Dian, dalam konferensi pers daring, beberapa waktu lalu.
Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 bergerak di level 5% hingga 5,1%. Proyeksi tersebut sedikit lebih rendah dari target APBN yang pemerintah melalui Menkeu Purbaya tetapkan pada kisaran 5,2%.
Dia menekankan dukungan belanja pemerintah harus lebih cepat terealisasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terakselerasi. Pemerintah perlu mengeksekusi belanja senilai Rp934 triliun dalam dua bulan terakhir agar dapat menopang ekspansi ekonomi di akhir tahun.
“Belanja pemerintah memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja pertumbuhan. Angka tersebut perlu terserap agar kontribusinya optimal pada kuartal IV 2025,” katanya.
Langkah Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya menjelaskan target pertumbuhan ekonomi 2025 berada pada kisaran 5,2%. Pemerintah menyusun sejumlah langkah fiskal dan stimulus untuk menjaga ketahanan konsumsi rumah tangga dan aktivitas produksi nasional. Pemerintah juga mendorong penyerapan anggaran sejak akhir tahun agar momentum ekonomi tidak melemah pada awal 2026.
Konsumsi yang bergerak naik, penyerapan anggaran pemerintah, dan dorongan aktivitas industri di akhir tahun, diharapkan membuat ekonomi Indonesia masih memiliki peluang mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Namun, kecepatan realisasi belanja pemerintah tetap menentukan posisi akhir pertumbuhan ekonomi 2025.








