Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Kabupaten Way Kanan menambah luas Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kebijakan itu untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah tersebut.
Sekretaris Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, menjelaskan penambahan KP2B menjadi bagian penting dalam revisi RTRW Way Kanan. Langkah itu sejalan dengan arah kebijakan nasional serta kebutuhan riil daerah.
Pengajuan revisi RTRW Way Kanan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui surat Bupati Way Kanan pada 30 April 2025.
Permohonan revisi tersebut ditindaklanjuti melalui surat rekomendasi Kementerian ATR/BPN pada 21 Juli 2025. Rekomendasi itu menjadi dasar penyesuaian RTRW meskipun Perda RTRW Way Kanan belum memasuki masa peninjauan rutin.
Dalam rekomendasi tersebut, revisi RTRW untuk memastikan keselarasan dengan delapan agenda pembangunan nasional atau Asta Cita. Selain itu, revisi juga untuk sinkronisasi RTRW Way Kanan dan Lampung sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021.
Salah satu substansi utama revisi RTRW adalah penyesuaian teknis luasan kawasan pertanian. Penyesuaian itu merujuk pada Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 446.1 Tahun 2024 tentang penetapan luas lahan baku sawah nasional.
Machiavelli menyebut, revisi tersebut membuat luas KP2B di Way Kanan mengalami peningkatan signifikan. Kebijakan itu sebagai langkah antisipatif terhadap alih fungsi lahan serta tekanan pembangunan nonpertanian.
Dalam revisi RTRW terbaru, luas KP2B meningkat dari 24.376 hektare menjadi 26.286 hektare. Penambahan itu bisa menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif dalam jangka panjang.
Selain penambahan KP2B, revisi RTRW juga mencakup penataan kembali kawasan peruntukkan industri. Penataan tersebut bertujuan menyeimbangkan kebutuhan investasi dengan perlindungan kawasan pangan strategis.
“Revisi RTRW ini bukan sekadar administrasi, tetapi instrumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan, investasi, dan kelestarian lingkungan Way Kanan untuk dua dekade ke depan,” katanya.








