Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi memperkuat pelestarian budaya lokal melalui kebijakan Hari Kamis Beradat.
Program ini dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Tiga Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. Khususnya dalam upaya memperkokoh identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur Lampung dan pemprov tujukan kepada seluruh unsur pemerintahan.
Mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi, para bupati dan wali kota se-Lampung, kepala perangkat daerah, hingga instansi vertikal di wilayah Provinsi Lampung.
Tak hanya di lingkungan pemerintahan, penerapan Hari Kamis Beradat juga berlaku di dunia pendidikan.
Seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Provinsi Lampung untuk ikut melaksanakan kebijakan ini sebagai bentuk komitmen menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Baca Juga:
Kamis Beradat Jadi Simbol Kebangkitan Kebanggaan Budaya Lampung
Alat Komunikasi Utama
Dalam pelaksanaannya, setiap hari Kamis, bahasa Lampung diwajibkan menjadi alat komunikasi utama selama jam kerja.
Penggunaan bahasa daerah diterapkan dalam pelayanan publik, komunikasi antarpegawai, rapat dinas, hingga sambutan resmi.
Langkah ini harapannya mampu menghidupkan kembali penggunaan bahasa Lampung dalam aktivitas sehari-hari.
Pemprov Lampung juga mendorong penerapan bahasa daerah di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Upaya ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini kepada generasi muda.
Selain penguatan bahasa daerah, instruksi tersebut turut mengatur ketentuan berpakaian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Setiap Kamis, seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan, pemerintah wajibkan mengenakan batik khas Lampung. Upaya ini sebagai simbol kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Melalui kebijakan Hari Kamis Beradat, Pemprov Lampung berharap nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan berkembang. Serta menjadi identitas yang mengakar kuat di tengah masyarakat modern.








