Bandar Lampung (Lampost.co) – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (DPD APJI) Provinsi Lampung berkomitmen meningkatkan kualitas UMKM kuliner melalui penerapan standar usaha yang ketat. Selain itu, APJI menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Poin Penting
- APJI Lampung mendorong UMKM kuliner untuk menerapkan standar operasional, inovasi, dan teknologi.
- APJI siap mendukung penuh kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Dukungan teknis mencakup manajemen katering, keamanan pangan skala besar, dan penyusunan menu berbasis anggaran.
- Kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Boga Indonesia dan BNSP untuk memastikan kompetensi anggota sesuai standar nasional.
Ketua DPD APJI Lampung, Yunnatan Wijaya, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam penguatan kapasitas pelaku usaha jasa boga di daerah. Ia menargetkan APJI menjadi rujukan utama bagi praktik usaha jasa boga yang profesional.
Baca juga : TP PKK Lampung Ajak APJI Awasi Mutu Makan Bergizi Gratis dan Bina UMKM
Yunnatan menjelaskan, agenda utama APJI saat ini mencakup peningkatan standar operasional, pengembangan inovasi, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi bagi para anggota.
“Kami menjalankan etika organisasi yang harmonis, membangun sinergi dengan pemerintah dan swasta, serta terus mendorong standarisasi, inovasi, dan teknologi bagi anggota,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 23 Januari 2026.
Mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yunnatan menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan teknis bagi dapur-dapur penyedia layanan. Pendampingan ini akan difokuskan pada tata kelola usaha katering serta aspek keamanan pangan (food safety).
Guna mendukung hal tersebut, APJI Lampung telah menjalin kolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Boga Indonesia untuk meningkatkan kompetensi anggota melalui sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami siap mendampingi dapur MBG, mulai dari manajemen katering, pengolahan makanan dalam skala besar yang aman, hingga penyusunan menu sesuai anggaran pemerintah,” tegas Yunnatan.








