Amsterdam (Lampost.co) — Ajax Amsterdam akhirnya mengambil langkah besar di bursa transfer tengah musim 2025/2026. Klub raksasa Belanda itu sepakat merekrut kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Kesepakatan transfer Paes dari FC Dallas menjadi sorotan besar. Selain menyangkut kualitas pemain, keputusan itu juga berkaitan dengan strategi jangka menengah Ajax.
Kabar transfer Maarten Paes pertama kali muncul dari pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano. Ia mengonfirmasi Ajax dan FC Dallas mencapai kesepakatan permanen.
“Ajax mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Maarten Paes dari FC Dallas yang bermain di MLS dengan transfer permanen,” tulis Romano.
Langkah itu memperkuat lini penjaga gawang Ajax yang tengah memasuki fase transisi.
Alasan Ajax Rekrut Maarten Paes
Media Belanda, Telegraaf, mengungkap dua faktor utama di balik keputusan Ajax. Kedua alasan tersebut dinilai sangat rasional dari sisi teknis dan finansial.
Usia Paes Ideal untuk Kiper Utama
Maarten Paes kini berusia 27 tahun. Usia tersebut sebagai masa emas seorang penjaga gawang. Pada fase ini, kiper biasanya matang secara teknik dan mental. Ajax melihat Paes siap bersaing di level tertinggi Eropa.
Harga Transfer Relatif Murah
Ajax hanya perlu menyiapkan dana sekitar 1 juta euro atau setara Rp20 miliar. Nilai tersebut tergolong rendah untuk kiper berpengalaman internasional.
Bandrol itu membuat Ajax merasa mendapatkan risiko kecil dengan potensi besar. Faktor ekonomi menjadi pertimbangan penting klub.
Peluang Paes Jadi Kiper Utama Ajax
Jika transfer resmi, Paes akan bersaing dengan Vitezslav Jaros dan Remko Pasveer. Situasi itu membuka peluang besar baginya.
Pasveer yang kini berusia 42 tahun berpotensi pensiun akhir musim. Kondisi tersebut membuat jalan Paes menuju posisi utama terbuka. Ajax membutuhkan sosok kiper baru yang siap tampil reguler. Paes masuk dalam kriteria tersebut.
Rekam Jejak Maarten Paes di Klub dan Timnas
Sejak bergabung dengan FC Dallas pada 2022, Paes tampil konsisten. Ia mencatatkan 114 penampilan di MLS.
Dalam periode itu, Paes kebobolan 158 gol dan mencatat 23 clean sheet. Statistik tersebut menunjukkan pengalaman panjang di level profesional.
Bersama Timnas Indonesia, Paes mengoleksi 10 caps. Ia kebobolan 18 gol dan mencatat 3 clean sheet.
Kepindahan ke Ajax berpotensi menjadi titik balik karier Paes. Bermain di Eredivisie membuka panggung Eropa yang lebih luas.
Jika mampu bersaing, Paes juga bisa menjadi pilihan utama Ajax. Kesempatan itu juga berdampak positif bagi Timnas Indonesia.








