Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung, dr. Terrance Ransun menegaskan penyakit jantung bawaan (PJB) masih menjadi persoalan serius.
Hal tersebut khususnya dalam kesehatan anak serta memerlukan perhatian berkelanjutan.
Dr. Terrance menjelaskan bahwa secara epidemiologis, tenaga medis mendiagnosis penyakit jantung bawaan pada 9 hingga 10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup.
Pada skala global, jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi yang lahir dengan kelainan jantung setiap tahun.
“Tantangan utama saat ini tidak hanya berasal dari tingginya angka kejadian, tetapi juga keterbatasan deteksi dini,” ujar dr. Terrance.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu komplikasi serius serta meningkatkan risiko kematian.
Kematian terutama pada anak penyandang PJB kategori berat ketika tenaga medis tidak melakukan penanganan sejak awal.
Dalam kegiatan skrining, panitia mencatat sekitar 70 peserta mengikuti pemeriksaan jantung pada Klinik PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun.
Baca juga : RSUDAM Catat Sejarah, Sukses Laksanakan Operasi Jantung CABG ke-10
Selain itu, panitia menargetkan sekitar 50 pasien mengikuti pemeriksaan serupa pada RSUD Abdul Moeloek.
“Program ini bertujuan mengenali kelainan jantung sejak awal pada bayi dan anak, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal dalam deteksi awal,” jelasnya.
Komitmen Bersama
Dr. Terrance menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama PERKI Lampung, Yayasan Jantung Indonesia (YJI), serta mitra kesehatan lain.
Hal tersebut dalam meningkatkan kewaspadaan dan literasi masyarakat, khususnya orang tua, terhadap gejala penyakit jantung bawaan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan jantung bawaan Provinsi Lampung serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, YJI Provinsi Lampung menyerahkan bantuan pendampingan kepada pasien penyandang penyakit jantung bawaan.
YJI berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban orang tua sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Panitia juga mengisi kegiatan tersebut dengan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit jantung bawaan yang dibawakan oleh dr. Dwi Krisnawati spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah.








