Pringsewu (Lampost.co)– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pringsewu, Kamis (12/02/2016) memicu meluapnya sejumlah anak sungai dan menyebabkan banjir di beberapa titik. Luapan air tak mampu lagi tertampung di badan sungai, sehingga mengalir ke permukiman warga dan ruas jalan utama.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, banjir terjadi setelah hujan turun selama beberapa jam tanpa henti. Debit air meningkat drastis dan membuat aliran anak sungai meluap, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat bantaran sungai.
Baca juga: Pemicu Banjir, Sejumlah Bangunan di Pringsewu Kota Jadi Sorotan karena Menutupi Saluran Drainase
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu, Nang Abidin Hasan, menyebutkan bahwa faktor utama banjir adalah tingginya curah hujan yang terjadi dalam waktu relatif singkat, sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampung volume air. Selain itu, kondisi drainase yang kurang optimal turut memperparah genangan di sejumlah lokasi.
Dia mengungkapkan air yang meluap merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan sentimeter. Beberapa ruas jalan juga tergenang, sehingga memperlambat arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Petugas BPBD bersama aparat setempat segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan, pendataan wilayah terdampak, serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Warga kami imbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” katanya, Jumat, 13 Februari 2026.
Dia mengungkapkan wilayah terdampak banjir di Pringsewu meliputi Kecamatan Gadingrejo yakni Wates dan Tambahrejo. Lalu. Pringsewu Barat, Pringsewu Timur, Podomoro, dan Fajaragung. “Dari data yang kami himpun ada sekitar 60 KK yang terdampak banjir dengan ketinggian genangan air bervariasi,” ujarnya.
Tingkatkan Kewaspadaan
Dia menambahkan pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Upaya penanganan jangka pendek dilakukan dengan membersihkan saluran air dan memastikan aliran sungai kembali lancar setelah debit air mulai surut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai kecil. Evaluasi terhadap sistem drainase serta penguatan mitigasi bencana di tingkat daerah dinilai menjadi langkah strategis. Hal itu guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News







