Bandar Lampung (Lampost.co) — Gebrakan besar kembali datang dari industri teknologi global di awal tahun 2026. OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, dikabarkan tengah mempercepat pengembangan perangkat keras pertamanya berupa smart speaker premium. Proyek ambisius ini tidak main-main karena melibatkan mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive.
Laporan terbaru yang beredar pada Februari 2026 mengungkapkan bahwa perangkat ini akan menjadi pusat ekosistem rumah pintar (smart home) masa depan. Berbeda dengan pengeras suara pintar tradisional yang hanya mengandalkan perintah suara, OpenAI menyematkan kamera terintegrasi yang didukung kemampuan visual mutakhir dari model AI terbaru mereka.
Inovasi Visual dan Pengenalan Lingkungan
Salah satu fitur unggulan yang menjadi perbincangan hangat adalah kemampuan speaker ini untuk melihat dan memahami konteks lingkungan di sekitarnya. Kamera tersebut berfungsi bukan hanya untuk panggilan video. Bahkan, kamera ini juga menjadi mata bagi AI untuk mengenali objek, wajah, hingga perilaku pengguna secara real-time.
Dengan teknologi pengenalan wajah yang setara dengan Face ID, pengguna dikabarkan dapat melakukan otentikasi pembayaran atau belanja daring hanya dengan tatapan ke arah perangkat. Selain itu, AI di dalamnya mampu memberikan saran proaktif. Misalnya, mengingatkan jadwal istirahat jika melihat pengguna tampak kelelahan setelah bekerja di depan meja.
Kolaborasi Desain Jony Ive
Sentuhan desain dari Jony Ive melalui firma LoveFrom diprediksi akan membuat perangkat ini tampil minimalis namun mewah. Sam Altman, CEO OpenAI, menyebut visi perangkat ini adalah menjadi partisipan aktif yang damai dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar gadget yang mengganggu dengan notifikasi berlebih.
Perangkat ini dikembangkan oleh tim khusus yang kini beranggotakan lebih dari 200 ahli teknologi dan perangkat keras. Langkah OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras io pada pertengahan 2025 menjadi fondasi kuat bagi tim ini. Dengan demikian, tim dapat beralih dari perusahaan perangkat lunak murni menjadi produsen perangkat keras konsumen.
Harga dan Estimasi Rilis
Meskipun pengembangan berjalan pesat sepanjang 2025 dan 2026, sumber internal menyebutkan bahwa produk ini diperkirakan baru akan menyapa pasar pada awal tahun 2027. Strategi ini diambil untuk memastikan integrasi antara sensor kamera dan privasi pengguna benar-benar matang.
Smart speaker premium ini diprediksi akan dibanderol pada kisaran harga 200 hingga 300 dolar AS (sekitar Rp3,1 juta hingga Rp4,7 juta). Harga tersebut menempatkannya di segmen premium, bersaing langsung dengan jajaran HomePod milik Apple. Selain itu, perangkat ini juga akan bersaing dengan perangkat Nest kelas atas dari Google.
Tantangan Privasi di Tahun 2026
Kehadiran kamera yang selalu aktif di dalam ruang privat tentu memicu perdebatan mengenai privasi. OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan sistem enkripsi end-to-end untuk data visual dan fitur penutup fisik pada kamera guna meredam kekhawatiran konsumen. Keberhasilan perangkat ini akan sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat memercayai AI untuk hadir secara visual di dalam rumah mereka.
Selain smart speaker, peta jalan teknologi OpenAI di tahun 2026 juga mencakup pengembangan kacamata pintar dan lampu pintar. Semua perangkat ini saling terintegrasi dalam satu ekosistem kecerdasan buatan terpadu.







