London (Lampost.co)–Arsenal menegaskan dominasinya di London Utara setelah menghancurkan rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, dengan skor telak 4-1. Pertandingan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (22/2/2026) sore, menjadi panggung pertunjukan bagi lini serang The Gunners yang tampil sangat klinis.
Kemenangan ini membawa Arsenal tetap berada di jalur persaingan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026. Sekaligus memberikan tekanan berat bagi pelatih Tottenham, Igor Tudor, yang timnya belum mampu mencatatkan kemenangan signifikan sepanjang awal tahun 2026.
Pesta Gol Viktor Gyokeres
Striker asal Swedia, Viktor Gyokeres, kembali membuktikan diri sebagai pembelian tersukses Mikel Arteta. Gyokeres mencetak dua gol penting yang meruntuhkan mental barisan pertahanan Spurs. Gol penutupnya pada masa injury time (90+4) memastikan Arsenal pulang dengan tiga poin penuh setelah menerima umpan matang dari sang kapten, Martin Odegaard.
Baca juga: Dramatis, Sepuluh Pemain Chelsea Ditahan Imbang Burnley di Menit Akhir
Selain Gyokeres, Eberechi Eze juga tampil gemilang. Pergerakan lincah Eze di sisi sayap sering membuat barisan pertahanan Tottenham yang tidak diperkuat Cristian Romero karena suspensi, tampak kocar-kacir. David Raya di bawah mistar gawang Arsenal juga patut mendapat pujian setelah melakukan penyelamatan heroik dari tendangan backheel Richarlison pada menit-menit akhir.
Tottenham Merana di Kandang
Tottenham yang mencoba bermain terbuka sejak menit awal justru terjebak dalam skema serangan balik cepat Arsenal. Kehilangan pemain pilar seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski karena cedera tampak sangat memengaruhi kreativitas lini tengah The Lilywhites. Meski sempat memberikan perlawanan di pertengahan babak kedua, penyelesaian akhir yang buruk membuat Spurs gagal mengejar ketinggalan.
Hasil ini membuat Tottenham tertahan di papan tengah klasemen sementara. Sedangkan Arsenal bisa mempertahankan puncak klasemen meski Manchester City dan Aston Villa membayangi ketat. Kekalahan ini juga memperpanjang rekor buruk Spurs dalam derbi London Utara dalam dua musim terakhir.








