Jakarta (Lampost.co) – Media sosial saat ini sedang heboh dengan dugaan kasus pelecehan seksual oleh seorang pendakwah berinisial SAM. Isu sensitif tersebut menyebar sangat cepat setelah beberapa pihak mengaku menjadi korban tindakan tidak terpuji itu.
Poin Penting
- Ustaz Solmed membantah tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan inisial SAM melalui media sosial.
- Sang pendakwah menegaskan bahwa inisial namanya yang benar adalah SMM (Saleh Mahmud Munawir).
- Ustaz Solmed merasa heran karena akun Instagram miliknya menjadi sasaran kemarahan warganet tanpa bukti jelas.
- Ia memilih menanggapi fitnah tersebut dengan kepala dingin dan humor sambil mempromosikan produknya.
Akibatnya, warganet mulai berspekulasi dan mengaitkan inisial tersebut dengan nama Ustaz Soleh Mahmud atau Ustaz Solmed. Karena namanya terseret, suami April Jasmine ini segera memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (13/3).
Ustaz Solmed secara tegas membantah bahwa inisial yang viral tersebut merujuk kepada identitas dirinya sendiri. Kemudian, ia menjelaskan detail nama lengkapnya agar masyarakat tidak terjebak dalam kesalahpahaman informasi yang menyesatkan. Melalui unggahannya, ia menuliskan kalimat tegas: “Nama saya = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM.” Oleh karena itu, ia meminta publik untuk lebih teliti dalam menyaring informasi di dunia maya.
Tanggapan Santai Ustaz Solmed Terhadap Fitnah
Selanjutnya, pendakwah kondang ini mengaku merasa heran karena akun media sosialnya mendadak penuh dengan komentar kemarahan warganet. Ia mempertanyakan logika publik yang langsung menyerbu unggahannya tanpa melakukan verifikasi fakta terlebih dahulu. “Kok bisa-bisa nya sih pada nyasar ke IG saya?,” tulisnya dengan nada penuh keheranan. Meskipun merasa menjadi korban fitnah, Ustaz Solmed justru memilih menanggapi situasi panas ini dengan cara yang sangat santai.
Lebih lanjut, ia bahkan menutup klarifikasi tersebut dengan sebuah promosi produk secara ringan di tengah suasana Ramadhan. Ia menyarankan para pengkritik untuk menyelesaikan urusan tuduhan ini agar tidak menjadi beban dosa di akhirat nanti. Akhirnya, sang ustaz berpesan: “biar urusan ini di akherat tidak berkepanjangan, mumpung bulan Ramadhan, saudara jangan lupa beli Kozma Water.” Sikap tenang ini menunjukkan bahwa ia tidak merasa terbebani oleh isu miring yang sedang beredar luas.








