Bandar Lampung (lampost.co)–Kondisi perdagangan di Pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, terpantau belum menunjukkan gairah yang signifikan hingga Kamis, 26 Maret 2026. Meskipun harga sejumlah komoditas hasil laut dilaporkan merosot dalam sepekan terakhir, arus kunjungan konsumen masih tergolong minim.
Berdasarkan pengamatan Lampost.co di lokasi pelelangan, harga berbagai jenis ikan konsumsi mengalami koreksi ke bawah sekitar 10 persen hingga 20 persen. Tren penurunan ini karena stabilitas cuaca di perairan Lampung yang mendukung kelancaran aktivitas melaut. Sehingga pasokan ikan ke pasar menjadi sangat melimpah.
Namun, ketersediaan stok yang banyak tidak serta-merta meningkatkan volume transaksi harian. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli bahkan pada jam-jam sibuk yang biasanya menjadi puncak aktivitas pasar.
“Stok ikan sedang banyak dan harganya sudah terhitung murah, tetapi pengunjung yang datang bisa dihitung jari. Biasanya pada jam seperti ini dagangan saya sudah hampir habis,” keluh Rusdi (45), salah satu pedagang ikan di lokasi, Kamis, 26 Maret 2026.
Lesunya aktivitas pasar berkaitan dengan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya pasca-periode libur panjang. Rita (35), pedagang cumi, menilai bahwa konsumen saat ini cenderung lebih selektif dan menahan pengeluaran untuk kebutuhan tersier.
“Omzet menurun sejak seminggu lalu. Kemungkinan masyarakat masih melakukan penyesuaian kondisi keuangan masing-masing setelah masa lebaran,” ujar Rita.
Berikut adalah rincian harga komoditas laut terkini di Pasar Gudang Lelang:
-
Cumi Kecil: Rp55.000 per kilogram.
-
Cumi Besar: Rp70.000 per kilogram.
-
Udang: Rp80.000 per kilogram.
-
Ikan Kembung: Rp30.000 per kilogram.
-
Ikan Tongkol: Rp35.000 per kilogram.
Harapan Dukungan Pemerintah
Situasi ini memaksa para pedagang bertahan dengan margin keuntungan yang sangat tipis guna menghindari kerugian akibat barang dagangan yang membusuk. Mereka menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersedia membantu mempromosikan kembali eksistensi pasar-pasar tradisional untuk memancing minat warga berbelanja langsung di pusat pelelangan. (Magang/Fauzan)








