Jakarta (Lampost.co) – Rumah produksi Screenplay Films secara resmi membawa serial populer Zona Merah ke ranah film layar lebar. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan kisah mayat hidup tersebut sebagai kekayaan intelektual (IP) berstandar global. Pihak produksi menjanjikan skala cerita yang jauh lebih masif daripada versi serial sebelumnya.
Poin Penting
- Screenplay Films resmi mengadaptasi serial Zona Merah menjadi film layar lebar bertaraf internasional.
- Sutradara Sidharta Tata menargetkan film ini menjadi ikon horor zombie Indonesia layaknya Train to Busan.
- Aghniny Haque tetap menjadi pemeran utama, sementara Luna Maya menjabat sebagai produser eksekutif.
- Jadwal syuting dimulai pada April 2026 dengan melibatkan aktor senior seperti Lukman Sardi dan Bryan Domani.
Ambisi Menembus Pasar Internasional
Sutradara Sidharta Tata mengungkapkan bahwa versi film ini akan menampilkan latar pusat kota yang sangat luas. Berbeda dengan serial delapan episode, cakupan narasi kali ini akan bermain pada level yang lebih besar. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman visual yang lebih mencekam bagi para penonton bioskop.
“Artinya, yang harus kami lakukan adalah kami akan bermain di level yang lebih besar lagi, yaitu pusat kota,” ujar Sidharta Tata dalam konferensi pers di XXI Senayan, Rabu (1/4).
Sidharta Tata kembali berkolaborasi dengan Fajar Martha Santosa untuk menggarap proyek ambisius ini. Mereka berkomitmen meningkatkan kualitas visual agar mampu bersaing dengan film horor-aksi luar negeri. Bahkan, Tata dengan percaya diri membandingkan visi karyanya dengan film ikonik asal Korea Selatan.
“Ketika di Korea punya Train to Busan, maka di Indonesia hanya ada Zona Merah,” tegasnya.
Kolaborasi Bintang dan Tim Produksi Tangguh
Aghniny Haque akan kembali memerankan karakter utama karena posisinya dianggap tidak tergantikan sejak versi serial. Menariknya, aktris senior Luna Maya turut bergabung dalam proyek ini dengan peran ganda. Selain beradu akting, Luna Maya juga mengemban tanggung jawab strategis sebagai produser eksekutif.
Proses syuting dijadwalkan mulai berjalan pada pekan depan dengan melibatkan deretan aktor papan atas Indonesia. Tim produksi sangat optimistis bahwa film ini akan menetapkan standar baru bagi genre horor di tanah air.








