Jakarta (Lampost.co) — BMKG memperingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem di Idonesia dalam sepekan ke depan, yaitu periode 31 Desember 2024 hingga 6 Januari 2025. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah Angin Monsun Asia yang disertai fenomena La Nina lemah, serta gelombang atmosfer aktif di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu, bibit siklon tropis 94S yang terdeteksi di Samudera Hindia selatan Jawa juga turut memengaruhi dinamika atmosfer.
Catatan Penting:
1. Hujan lebat dan angin kencang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia hingga 6 Januari 2025.
2. Wilayah rawan banjir dan tanah longsor adalah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
3. BMKG imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terkini.
“Kelembapan udara di lapisan bawah hingga atas yang cenderung basah serta labilitas lokal yang kuat sangat mendukung terbentuknya awan-awan konvektif secara lokal,” ujar BMKG dalam pernyataannya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung 1 Januari 2025: Hujan Merata, Waspada Angin Kencang
Kombinasi berbagai fenomena atmosfer ini menyebabkan variabilitas cuaca yang signifikan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di berbagai wilayah.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda wilayah-wilayah seperti Aceh. Lalu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Begitu pula dengan Kepulauan Bangka Belitung, Lampung. Sebagian besar wilayah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih tinggi, yaitu lebat hingga sangat lebat, terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Angin Kencang
Selain hujan, potensi angin kencang juga di prediksi terjadi di beberapa wilayah. Termasuk Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Langkah preventif seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mengurangi risiko,” jelas BMKG.
Selain itu, masyarakat juga sebaiknya menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana dan mempersiapkan perlengkapan darurat.
Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini, masyarakat hendaknya memantau kanal resmi BMKG. Seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.








