Bandar Lampung (Lampost.co)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung hari ini, Kamis, 23 Januari 2025 lakukan modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Info Penting:
- Tingkat keberhasilan OMC ini bisa sebesar 80 persen
- Operasi modifikasi cuaca ini berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB
- Menebar garam di awan dan hujan turun di laut
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan, jika OMC terlaksana pada pagi hari tadi pukul 07.00 WIB. “Tadi pukul 07.00 WIB mulai modifikasi cuaca atau OMC, gunakan dua pesawat dari Bandara Radin Inten,” kata dia Rudy, Kamis, 23 Januari 2025.
Dalam operasi tersebut, ia mengatakan jika pihaknya terus koordinasi dengan masif antara BMKG dan BNPB. Adapun dua pesawat perintis yang akan lakukan OMC merupakan pesawat dengan nomor registrasi PK SNG dan PK SNN.
Baca Juga: BNPB Sebut Modifikasi Cuaca Bisa Cegah Banjir
“Sebelumnya kita sudah menggelar rapat koordinasi bersama BNPB dan keputusannya perlu operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi adanya banjir susulan,” jelas dia.
Rapat yang Pj Gubernur pimpin tersebut, meminta agar dapat memperkuat kerja dan niat bersama dalam rangka amal ibadah. Juga mengurangi dampak resiko bencana di Lampung.
Sebelumnya Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Lukmansyah mengatakan tingkat keberhasilan operasi modifikasi cuaca bisa sebesar 80 persen.
“Keberhasilan nya 80 persen, nanti ada pesawat yang membawa garam kemudian tebar ke atas awan tersebut. Dengan ada penebaran itu akan turun hujan dan biasanya hujan turun di laut,” katanya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan OMC bisa berhasil 80 persen. Hal itu agar hujan berpindah ke daerah laut sebagai upaya menghalau hujan pada daerah rawan banjir.
Kemudian ia merincikan, untuk mekanismenya pihaknya terlebih dulu mendapatkan ramalan cuaca dan setelah koordinasi dengan BMKG. Lalu pada posisi awan nanti akan ada pesawat yang akan membawa garam khusus.








