Bandar Lampung (Lampost.co)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, H Zulkarnain, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran sebagai khadimul ummah, yaitu pelayan umat dan pelayan masyarakat.
Poin penting:
- ASN memiliki peran sebagai khadimul ummah.
- Kepuasan masyarakat jadi ukuran keberhasilan layanan
- Kunjungan kerja Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung ke Kemenag Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya, kepuasan masyarakat bukan hanya tujuan, melainkan menjadi ukuran keberhasilan layanan yang ASN berikan.
Kakanwil Kemenag menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja dan pembinaan ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Selasa (25/11/2025).
Baca juga: Kakanwil Kemenag Lampung Zulkarnain Tekankan Penguatan Deteksi Dini Konflik lewat EWS
Kakanwil hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Lampung, Siti Aisyah; Ketua Tim Umum, Ian Maradona; Ketua Tim Humas dan KUB, Alifah; serta Pembimas Katolik, Edi Sulistiono.
Kegiatan tersebut juga diikuti Kasubbag TU H Mardanus, para kasi dan penyelenggara, kepala KUA, kepala madrasah, penyuluh agama Islam, Formasta, dan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Tanggamus.
“Ini adalah kunjungan perdana saya sebagai kakanwil ke Kemenag Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.
Zulkarnain mengingatkan ASN terdiri dari PNS dan PPPK, yang dituntut bekerja profesional, memahami tugas dan fungsi (tusi), serta menjaga netralitas sesuai dengan sistem meritokrasi. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip keadilan dalam bekerja.
Baca juga: Kakanwil Kemenag Lampung Siap Laporkan Pegawai Kinerja Rendah
“ASN harus mengingat kaidah la tazlimu wa la tuzlam, jangan menganiaya dan jangan pula dianiaya. ASN tidak boleh zalim kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga merujuk pada kaidah la dharara wa la dhirâr, yang berarti tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi landasan ASN dalam memberikan pelayanan publik yang amanah.
Zulkarnain menambahkan siapa pun yang bertakwa kepada Allah akan mendapatkan jalan keluar. Sebab itu, ia mengajak ASN untuk bersyukur, menjaga hubungan baik antar-sesama, serta menghindari prasangka buruk.
“Jangan mencari-cari kesalahan orang lain. Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali agama dan tidak bercerai-berai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga tiga pilar kerukunan, yaitu kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.
“Pemahaman agama yang baik dan mendalam menjadi kunci untuk menghindari saling menyalahkan dan memperkuat harmoni,” ujarnya.
Pencapaian Kantor Kemenag Tanggamus
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Tanggamus, H Mahmuddin Aris Rayusman, melaporkan kondisi kelembagaan di wilayahnya. Ia menyebut terdapat 25 satuan kerja, 20 KUA kecamatan, 5 madrasah negeri, lebih dari 100 pesantren dan lembaga pendidikan, serta 560-an lebih ASN (PNS dan PPPK).
“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan keagamaan dan pendidikan serta merumuskan langkah-langkah strategis,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan berbagai capaian strategis yang berhasil jajarannya raih dalam bidang keagamaan, pendidikan, hingga layanan publik. Kemenag Tanggamus selama 6 tahun berturut-turut berhasil meraih juara umum musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten.
Selain itu, pihaknya juga menorehkan prestasi nasional melalui juara I lomba film pendek serta juara I musabaqah qiraatul kutub (MQK) tingkat provinsi. “Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh satuan kerja dan dukungan masyarakat,” ujarnya.
Dalam aspek pembangunan infrastruktur, Kemenag Tanggamus telah berhasil membangun 7 gedung KUA yang bersumber dari pembiayaan SBSN. Sedangkan 2 gedung lainnya masih dalam proses pembangunan.
Kemenag Tanggamus juga mendapatkan penghargaan sebagai Kontributor Terbaik III dalam Pengelolaan Media Sosial dan Pemberitaan tahun 2024. Serta sebagai Satuan Kerja dengan Pengelolaan Kepegawaian Terbaik 2024.








