Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepolisian akhirnya menghentikan aksi komplotan bajing loncat yang meresahkan sopir truk di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Polisi menangkap seorang pelaku setelah video aksinya viral di media sosial.
Poin Penting:
Video viral membantu polisi mengidentifikasi pelaku.
Komplotan menjual pupuk curian Rp125 ribu per karung.
Polisi masih memburu pelaku lain.
Pelaku berinisial IP (22), warga Panjang. Polisi menangkapnya setelah mengidentifikasi wajah pelaku dari rekaman video yang beredar luas di internet.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya aksi pencurian muatan truk di jalur distribusi barang. Kawasan Panjang selama ini terkenal sebagai jalur padat kendaraan logistik menuju pelabuhan dan pusat distribusi.
Baca juga: Polres Cegah Curanmor dengan Penyekatan Gabungan dan Mapping Kelompok Kriminal
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Afret Jacob Tilukay, menjelaskan pelaku bajing loncat menggunakan modus berbahaya saat menjalankan aksinya. Pelaku mengejar truk bermuatan pupuk yang melintas di Jalan Teluk Ambon. Setelah mendekati kendaraan, pelaku berpegangan pada terpal truk.
Pelaku kemudian memanjat bak kendaraan yang masih melaju. Setelah berada di atas truk, pelaku merobek penutup muatan. Ia lalu melempar karung-karung pupuk ke jalan. Seorang rekan pelaku sudah menunggu di bawah untuk mengambil barang curian tersebut.
Komplotan itu menjual pupuk hasil curian dengan harga Rp125 ribu per karung. Harga murah membuat barang curian cepat berpindah tangan.
Menurut Afret, aksi tersebut bukan kejahatan pertama kelompok itu. Polisi menemukan indikasi pelaku telah beberapa kali mencuri muatan kendaraan logistik. “Modusnya memanjat kendaraan yang sedang berjalan, lalu menurunkan muatan ke jalan untuk dipungut rekannya,” kata Afret, Kamis, 29 Mei 2026.
Kasus ini cepat menyita perhatian publik setelah video amatir aksi pelaku bajing loncat tersebar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan pelaku memanjat truk dengan nekat di tengah lalu lintas.
Warganet ramai membagikan video tersebut karena menilai aksi pelaku membahayakan pengguna jalan lain. Selain merugikan pemilik barang, tindakan itu juga berisiko memicu kecelakaan.
Video viral aksi bajing loncat membantu polisi mempercepat penyelidikan. Aparat memanfaatkan rekaman visual untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. “Karena wajah pelaku terlihat jelas di video viral, tim langsung melakukan penyelidikan,” ujar Afret.
Polisi menangkap IP pada Kamis, 21 Mei 2026. Saat ini, tersangka bajing loncat mendekam di sel tahanan Mapolsek Panjang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, polisi masih memburu seorang pelaku lain yang dugaannya terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Identitas pelaku kedua sudah petugas kantongi.
Bajing Loncat di Kawasan Industri
Kasus bajing loncat sebenarnya bukan persoalan baru di sejumlah daerah. Kejahatan ini sering muncul di kawasan industri, jalur distribusi, dan pelabuhan.
Pelaku biasanya memanfaatkan kondisi jalan padat atau kendaraan yang melambat. Mereka bekerja secara berkelompok agar proses pencurian berlangsung cepat.
Pengamat keamanan menilai aksi bajing loncat seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan pada jalur logistik. Kejahatan jalanan juga berkembang mengikuti aktivitas distribusi barang.
Karena itu, aparat perlu meningkatkan patroli di kawasan rawan pencurian muatan. Perusahaan angkutan juga perlu memperkuat sistem pengamanan kendaraan.
Penggunaan kamera pengawas dan pengawalan pada jalur tertentu dapat mengurangi risiko pencurian dari aksi bajing loncat. Sopir truk juga harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas di daerah rawan.
Keberhasilan polisi menangkap pelaku mendapat apresiasi masyarakat. Namun, warga berharap aparat segera membekuk seluruh anggota komplotan agar aksi serupa tidak terulang.









