• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 17/03/2026 18:15
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Alasan Harga Emas Dunia Bergerak Datar di Tengah Perang AS-Israel vs Iran

Kenaikan tersebut tidak bertahan lama dan segera diikuti aksi jual besar.

EffranbyEffran
17/03/26 - 16:31
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Investasi emas. Dok/PT Antam

Investasi emas. Dok/PT Antam

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Harga emas dunia tidak menunjukkan lonjakan tajam meskipun ketegangan geopolitik meningkat di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi itu biasanya mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset aman. Namun, kenyataannya, harga emas hanya bergerak terbatas dalam beberapa hari terakhir.

Logam mulia sempat naik setelah serangan militer pada akhir Februari. Harga emas meningkat dari sekitar 5.296 dolar AS menjadi 5.423 dolar AS per troy ounce. Kenaikan tersebut tidak bertahan lama dan segera diikuti aksi jual besar.

Lonjakan Harga Emas Tidak Bertahan Lama

Pasar global merespons konflik geopolitik dengan cepat. Namun, banyak investor memilih mengambil keuntungan setelah kenaikan awal harga emas.

Gelombang aksi jual mendorong harga emas turun lebih dari enam persen. Harga sempat jatuh ke sekitar 5.085 dolar AS per troy ounce pada 3 Maret.

Beberapa hari terakhir harga emas bergerak stabil. Perdagangan terjadi di kisaran 5.050 hingga 5.200 dolar AS per troy ounce. Harga terakhir berada di sekitar 5.175 dolar AS per troy ounce.

Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas

Ross Norman menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan emas. Norman memimpin situs analisis logam mulia Metals Daily.

Menurutnya, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika juga memengaruhi minat investor. “Pergerakan harga emas dan perak saat ini terlihat kurang bergairah,” kata Norman.

Ia menilai kondisi tersebut wajar setelah kenaikan besar dalam beberapa bulan terakhir. Dia juga menyoroti kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah. Kenaikan energi dapat memperpanjang tekanan inflasi global.

Suku Bunga Tinggi Mengubah Pilihan Investor

Inflasi tinggi dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi. Suku bunga tinggi membuat obligasi pemerintah terlihat lebih menarik.

Investor sering memilih aset yang memberikan imbal hasil tetap. Emas tidak menghasilkan bunga sehingga daya tariknya menurun. Situasi tersebut membatasi potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Investor Sempat Menjual Emas Saat Krisis

Amer Halawi menjelaskan perilaku investor saat krisis. Ia memimpin divisi riset di perusahaan investasi Al Ramz.

Menurut Halawi, investor sering menjual berbagai aset saat pasar mengalami tekanan likuiditas. “Jika terjadi krisis likuiditas, hampir semua aset akan dijual terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam program “Access Middle East”. Investor biasanya membutuhkan waktu untuk memahami situasi pasar.

Setelah kondisi stabil, investor kembali membeli aset yang dianggap aman. “Secara tradisional, ketika pasar terguncang, bahkan emas bisa ikut dijual,” tambahnya.

Prospek Harga Emas Tetap Positif

Meski pergerakan jangka pendek terlihat datar, prospek emas masih dianggap positif. Beberapa bank investasi global tetap optimistis terhadap logam mulia. JPMorgan Chase memperkirakan harga emas bisa mencapai 6.300 dolar AS per troy ounce pada akhir 2026.

Sementara Deutsche Bank memproyeksikan harga sekitar 6.000 dolar AS per troy ounce. Para analis melihat ketidakpastian geopolitik sebagai faktor utama.

Inflasi global dan ketegangan di Timur Tengah juga memperkuat permintaan emas. Dalam jangka panjang, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang penting bagi investor global.

Tags: dolar AS dan harga emasemas per troy ounceemas safe havenharga emas duniaharga emas terbarukonflik Timur Tengah emasperang Iran Amerika Israelprediksi harga emas 2026
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi uang (MI)

3 Aset untuk Lindungi Kekayaan di Tengah Ketegangan Iran-Israel Memanas

byEffran
17/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Ketegangan geopolitik kembali meningkat di Timur Tengah. Konflik antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran baru di pasar global....

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Defisit APBN Dijaga 3 Persen, Bakal Ada Efisiensi Anggaran Lagi

byEffran
17/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada level tiga persen...

Baby bottle and milk powder on dark grey table. Ilustrasi

Singapura Tarik Susu Formula Nestle dari Pasaran, Terdeteksi Toksin Berbahaya

byEffran
17/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Singapore Food Agency (SFA) bersama Communicable Diseases Agency (CDA) menarik dua batch susu formula dari pasar. Kedua...

Berita Terbaru

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajarannya saat konferensi pers di Pelabuhan Bakauheni, Senin (16/3/2026). ANTARA
Lampung

Posko Kesehatan Tersebar di Seluruh Jalur Mudik Lampung

byDelima Napitupulu
17/03/2026

Kalianda (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung komit menjaga stabilitas kesehatan masyarakat selama musim mudik Lebaran 1447 Hijriah. Sebanyak 74 pos kesehatan siaga...

Read moreDetails
router Wi-Fi 7 ASUS

Review ASUS ROG Rapture GT-BE98 dan USB-BE92: Ekosistem Wi-Fi 7 Tercepat di Indonesia 2026

17/03/2026
Arc Raiders AI voice

Embark Studios Hapus Voice Line AI di Arc Raiders Ganti dengan Aktor Manusia

17/03/2026
Miks Valorant

Mengenal Miks Agent Baru Valorant 2026 Controller Pertama dengan Skill Healing

17/03/2026
Masyarakat Hindu di Lampung Jaga Toleransi dan Harmonisasi Umat Beragama di Hari Raya

Masyarakat Hindu di Lampung Jaga Toleransi dan Harmonisasi Umat Beragama di Hari Raya

17/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.