Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Lampung menyiapkan sejumlah langkah untuk antisipasi perubahan cuaca.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPTPH Lampung, Ida Rachmawati, mengatakan upaya itu untuk meminimalisasi penurunan angka produksi.
“Kami lakukan sejumlah upaya, seperti percepatan tanam dan pompanisasi untuk menghadapi perubahan cuaca. Terutama kekeringan,” ujar Ida, Minggu, 4 Agustus 2024.
BACA JUGA: Sejumlah Mitigasi Pertanian Perlu Digalakkan Jelang Musim Kemarau
Realisasi percepatan tanam di Lampung juga mengalami peningkatan pada Juni dan Juli 2024. Hal itu agar dapat memaksimalkan pengairan.
“Pada Juni luas tanam Lampung mencapai 101 ribu hektare dan Juli 80 ribu hektare. Artinya, ada percepatan agar produksi ini memaksimalkan air yang ada saat ini,” kata dia.
Selain itu, pihaknya menggalakkan penggunaan varietas unggul tanah kering dan banjir. Termasuk penguatan pengendalian hama dan penyakit.
Pihaknya juga mendistribusikan 696 unit pompa air kepada kabupaten / kota di Lampung. “Mengatasi kekeringan, kami koordinasi dengan Dinas Pengairan dan BBWS. Sejauh ini pengairan lancar,” ujar dia.
Dia melanjutkan DKPTPH Lampung belum mencatat adanya sawah puso atau gagal panen pada 2024, meski ada kondisi kekeringan. “Kalau kekeringan ada, tapi puso belum untuk di tahun ini dan kami antisipasi,” kata dia.








