Jakarta (Lampost.co) — Perekonomian Indonesia masih sangat bergantung pada kekuatan konsumsi rumah tangga. Kondisi tersebut membuat perbaikan daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi kebutuhan mendesak.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi, Aviliani, menilai percepatan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tidak mungkin tercapai tanpa konsumsi kuat. Sebab, konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kontribusi konsumsi mencapai sekitar 57 persen terhadap produk domestik bruto. Investasi menyumbang sekitar 30 persen, sementara peran APBN hanya sekitar 8,7 persen,” kata Aviliani dalam acara Kadin Global and Domestic Economic Outlook 2026.
Kondisi tersebut membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh meski tanpa stimulus besar. Namun, pertumbuhan itu sulit melaju cepat karena daya beli tidak merata.
Sebab, adanya ketimpangan konsumsi antar kelompok pendapatan. Kelompok menengah atas dan atas menyumbang sekitar 70 persen total konsumsi nasional.
Sebaliknya, kelompok menengah ke bawah hanya berkontribusi sekitar 17 persen. Padahal, jumlah penduduk dalam kelompok ini mencapai sekitar 75 juta orang.
“Tekanan pendapatan membuat konsumsi kelompok tersebut terus melemah. Dampaknya langsung terasa pada laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia.
Dia menilai kondisi itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan sektor swasta. Dunia usaha perlu berperan aktif menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Penyerapan tenaga kerja menjadi kunci utama peningkatan kelas ekonomi masyarakat. Ketika pendapatan naik, konsumsi juga akan ikut meningkat.
Untuk itu, kenaikan kelas kelompok menengah ke bawah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Tanpa itu, ekonomi Indonesia akan sulit menembus level agresif.
Menurutnya, fokus kebijakan tidak cukup pada investasi besar saja. Pemerintah dan swasta perlu mendorong kesejahteraan kelompok dengan kontribusi konsumsi rendah.
“Ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan dengan basis konsumsi yang lebih merata,” kata dia.








