• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 26/02/2026 16:30
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Harga Kedelai Anjlok di CBOT, Putusan MA dan Ancaman Tarif Baru Picu Tekanan

Penurunan itu mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah ekspor komoditas pertanian AS.

EffranbyEffran
26/02/26 - 15:00
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Petani memanen kedelai di kebun

Petani memanen kedelai di kebun. Provinsi Lampung menargetkan mampu menanam kedelai 1.000 ha di 2024. Foto Dok/Media Indonesia

Bandar Lampung (Lampost.co) — Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) kembali melemah pada perdagangan Selasa. Tekanan muncul setelah pasar merespons ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Kontrak kedelai Maret 2026 turun 0,42 persen ke level 11,29 dolar AS per bushel. Penurunan itu mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah ekspor komoditas pertanian AS.

Sentimen negatif muncul setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan kebijakan tarif impor sebelumnya. Keputusan tersebut memicu spekulasi baru terkait stabilitas perdagangan global.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump pada Sabtu menaikkan tarif sementara menjadi 15 persen untuk seluruh impor ke AS. Langkah itu menambah ketidakpastian bagi importir dan eksportir.

Pelaku pasar kini menunggu respons negara mitra dagang utama. Investor mempertimbangkan kemungkinan pembatalan kesepakatan perdagangan atau aksi balasan dari negara lain. Kondisi itu langsung menekan harga komoditas berbasis ekspor seperti kedelai.

Fokus Pasar Beralih ke Data Ekonomi AS

Selain isu perdagangan, pelaku pasar juga mencermati agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pemerintah juga akan merilis data ADP Employment Change mingguan.

Pasar juga menunggu rilis CB Consumer Confidence untuk Februari. Kedua data tersebut dapat memengaruhi pergerakan dolar AS.

Sejumlah pejabat Federal Reserve juga akan menyampaikan pernyataan. Golsbee, Bostic, Collins, Waller, dan Cook akan memberikan pandangan terkait kebijakan moneter.

Jika pejabat Fed menyampaikan nada hawkish, dolar AS berpotensi menguat. Penguatan dolar biasanya menekan harga komoditas, termasuk kedelai.

Proyeksi Pergerakan Harga Kedelai

Analis Vibiz Research Center memproyeksikan harga kedelai masih berpotensi tertekan. Ketidakpastian perdagangan menjadi faktor utama tekanan jangka pendek.

Namun, arah pergerakan tetap bergantung pada data ekonomi yang akan rilis. Jika data tenaga kerja dan kepercayaan konsumen membaik, volatilitas bisa meningkat.

Secara teknikal, harga kedelai bisa bergerak pada area support 11,26 hingga 11,22 dolar AS per bushel. Jika tekanan berlanjut, harga bisa menguji batas bawah tersebut.

Sebaliknya, jika muncul sentimen positif, harga berpeluang menguat menuju resistance 11,35 hingga 11,40 dolar AS per bushel.

Untuk saat ini, pelaku pasar memilih sikap hati-hati. Investor menunggu kepastian arah kebijakan perdagangan dan sikap terbaru bank sentral.

Pergerakan harga kedelai dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen perdagangan dan kekuatan dolar AS.

Tags: analisis harga kedelaidata ekonomi ASekspor kedelai Amerikaharga kedelai CBOTkedelai Maret 2026proyeksi kedelai hari initarif impor AS
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 26 Februari Kembali Naik

byEffran
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Kamis, 26 Februari 2026....

Pembangunan dan perbaikan jalan di Lampung. Lampost.co/Silvia

Pembangunan Lampung 2027 Fokus Kebutuhan Riil

byDelima Napitupuluand1 others
25/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai penyusunan arah pembangunan daerah melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027....

Sekprov Marindo Kurniawan

Hilirisasi Desa Jadi Fokus Utama Lampung

byDelima Napitupuluand1 others
25/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berfokus pada pertumbuhan...

Berita Terbaru

Manajemen dan karyawan hotel turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Babul Khair, Jalan Jend. Sudirman, Tanjung Raya, Kedamaian, Bandar Lampung pada 16 Februari 2026.
Advertorial

Sambut Ramadan, BATIQA Hotel Lampung Turun Langsung Bersihkan Masjid Babul Khair

byAdi Sunaryo
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)– Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, BATIQA Hotel Lampung memilih cara berbeda untuk menyambutnya. Bukan sekadar menghadirkan promo...

Read moreDetails
FRESQA Bistro kembali menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang hangat dan penuh kebersamaan lewat program spesial bertajuk “Lentera Kampung Pak Rahmat”

BATIQA Hotel Lampung Hadirkan Lentera Kampung Pak Rahmat, Promo Iftar Ramadan Penuh Cita Rasa Nusantara dengan Beragam Keuntungan Menarik

26/02/2026
Petani memanen kedelai di kebun

Harga Kedelai Anjlok di CBOT, Putusan MA dan Ancaman Tarif Baru Picu Tekanan

26/02/2026
Masyarakat Keluhkan Bau Menyengat di TPS Jagabaya III

Masyarakat Keluhkan Bau Menyengat di TPS Jagabaya III

26/02/2026
All New Toyota Fortuner 2027

Bocoran All New Toyota Fortuner 2027 Terungkap, Desain Makin Modern dan Fitur Semakin Canggih

26/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.