• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 28/01/2026 04:34
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Menkeu Purbaya Pertimbangkan Tambah Alokasi Dana Daerah

Anggaran TKD dalam RAPBN 2026 sempat ditetapkan Rp649,99 triliun.

EffranbyEffran
09/12/25 - 16:31
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (ANT)

Jakarta (Lampost.co) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan memangkas kembali anggaran transfer ke saerah (TKD) pada periode berikutnya. Pemerintah justru membuka peluang untuk menambah alokasi dana pada 2026 apabila pemerintah daerah (Pemda) mampu menunjukkan pengelolaan anggaran yang lebih efektif.

Anggaran TKD dalam RAPBN 2026 sempat ditetapkan Rp649,99 triliun. Nilai tersebut jauh lebih rendah daripada alokasi 2025 yang mencapai Rp 919,87 triliun. Setelah menjabat pada September 2026, Purbaya memutuskan menambah anggaran Rp43 triliun menjadi sekitar Rp693 triliun sesuai usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Purbaya menyampaikan penurunan anggaran saat penyusunan RAPBN 2026 sempat menimbulkan keberatan dari beberapa Pemda. Mereka mempertanyakan alasan pemotongan dana yang pemerintah pusat lakukan. Langkah tersebut muncul karena pemanfaatan dana sebelumnya tidak optimal.

Menurut Purbaya, pemerintah menemukan banyak anggaran yang terlambat terserap dan tidak menyentuh target sasaran. “Di sisi lain, masih ada kasus penyimpangan yang melibatkan dana daerah,” kata Purbaya.

Ia meminta seluruh pemda menunjukkan perbaikan mulai kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026. Pemerintah akan menilai kinerja daerah sebelum menambah kembali alokasi dana transfer.

Purbaya menyebut pemerintah akan mengevaluasi tingkat penyerapan anggaran, ketepatan sasaran, hingga transparansinya. Apabila daerah mampu memperbaiki pengelolaan dana, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan anggaran TKD secara bertahap.

Ia menegaskan pemerintah hanya akan memberikan ruang penambahan dana jika kondisi fiskal memungkinkan. Pemerintah juga melihat perkembangan ekonomi nasional dan kemampuan belanja daerah sebelum menyetujui penambahan anggaran.

Dia berharap pemerintah daerah mengubah pola pengelolaan keuangan publik serta memastikan setiap rupiah memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Pemerintah ingin memastikan anggaran TKD benar-benar mendorong pembangunan daerah dan memperkuat pelayanan publik,” ujar dia.

Tags: Anggaran DaerahAPBN 2026dana transfer pemerintahevaluasi dana daerahpemerintah pusatpenyerapan anggaran daerahPurbaya Yudhi SadewaTKD 2026
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Media Gathering ACC Lampung yang diselenggarakan pada 27 Januari 2026 di Mbok Wito Palapa Resto, Lampung.

ACC Dorong Literasi Pembiayaan di Tengah Isu Negatif Leasing

byNur
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — PT Astra Credit Companies (ACC) menegaskan komitmennya sebagai lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan...

Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 27 Januari 2026 Melambung Tembus Rp2,9 Juta

byEffran
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket untuk perdagangan pada Selasa, 27 Januari 2026....

PENGANGGURAN DI INDONESIA. Sejumlah warga antre untuk mengurus pembuatan Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Serang, Banten. Kelompok usia 15 sampai 29 tahun atau Gen Z mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah pengangguran di Indonesia dengan 67 persen pengangguran berasal dari generasi tersebut, setara 4,9 juta orang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN

Lulusan Baru Terjepit Realita Kerja: Dituntut Pengalaman, Digaji di Bawah UMR hingga Nepotisme

byEffran
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dunia kerja masih menjadi medan berat bagi para lulusan baru. Banyak fresh graduate kesulitan menembus pasar...

Berita Terbaru

DPRD Lampung Dorong Program Desa Tangguh Bencana Diterapkan Merata
Lampung

DPRD Lampung Dorong Program Desa Tangguh Bencana Diterapkan Merata

byRicky Marlyand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendorong agar program Desa Tangguh Bencana dapat diterapkan secara...

Read moreDetails
Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan Sepanjang Hampir 100 Km Melalui Dana Pinjam

Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan Sepanjang Hampir 100 Km Melalui Dana Pinjam

27/01/2026
Pemprov Lampung Prioritaskan Perbaikan Jalan Demi Tekan High Cost Economy

Pemprov Lampung Prioritaskan Perbaikan Jalan Demi Tekan High Cost Economy

27/01/2026
Jalan Provinsi Lampung Tembus Hampir 80 Persen Mantap, Tak Semua Jalan Kewenangan Provinsi

Jalan Provinsi Lampung Tembus Hampir 80 Persen Mantap, Tak Semua Jalan Kewenangan Provinsi

27/01/2026
Pengamat Pendidikan Dorong Dana BOS Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak Sekolah

Pengamat Pendidikan Dorong Dana BOS Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak Sekolah

27/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.