Jakarta (Lampost.co)–Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya perluasan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk memperkuat daya saing industri nasional serta melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor.
Info Penting:
- TKDN memperkuat daya saing industri nasional serta melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor.
- Meningkatkan daya beli masyarakat melalui belanja pemerintah yang produktif.
- Kebijakan TKDN harapannya mampu memberikan efek ganda terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Menurutnya, pemerintah tengah memperkuat instrumen hambatan dagang, baik berupa tarif maupun nontarif. Ini guna menjaga stabilitas pasar dan memberikan kepastian bagi investor. Upaya tersebut harapannya mampu meningkatkan daya beli masyarakat melalui belanja pemerintah yang produktif.
“Untuk investasi, kepastian pasar domestik adalah syarat utama agar investor mau menanamkan modalnya,” ujar Menperin dikutip dari Antara, Senin, 27 Oktoner 2025.
Baca Juga: BSPJI Dorong TKDN Ban Nasional Produksi PT MTI
Agus menekankan, perlindungan pasar domestik menjadi prioritas tertinggi karena sebagian besar hasil produksi industri nasional terserap pasar dalam negeri.
“Realitas menunjukkan bahwa 80 persen output industri kita terserap pasar domestik. Sementara hanya 20 persen yang di ekspor,” jelasnya.
Cegah Banjir Produk Impor
Menperin menyoroti maraknya produk impor yang masuk tanpa kendali, sehingga menekan daya saing industri lokal. Ia menilai, pemerintah perlu menata ulang pelabuhan masuk (entry port) bagi produk impor jadi serta memperkuat regulasi pengawasan barang.
“Banyak industri kita kalah bukan karena tidak mampu, tetapi karena pasar dibanjiri produk impor. Kebijakan proteksi ini bukan proteksi buta, melainkan langkah menciptakan ruang agar industri nasional bisa tumbuh dan berinovasi,” tegasnya.
Agus menyebut, perlindungan pasar domestik berarti pemerintah menjaga empat sumber utama permintaan, yakni pemerintah, rumah tangga, swasta, dan investasi. Dengan begitu, kebijakan TKDN harapannya mampu memberikan efek ganda terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Perluasan TKDN di Daerah
Penerapan TKDN menjadi penting bagi daerah seperti Lampung, yang tengah mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan konstruksi. Melalui kebijakan ini, proyek pemerintah daerah harapannya mengutamakan penggunaan bahan dan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi lebih terasa di masyarakat.
Di sejumlah proyek infrastruktur di Lampung, penerapan TKDN masih menghadapi tantangan dalam pengawasan dan konsistensi penggunaan produk bersertifikat lokal.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung sebelumnya menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat agar TKDN tidak hanya menjadi syarat administratif di atas kertas.
Fokus Ekspor dan Hilirisasi
Selain memperkuat pasar domestik, Menperin juga menilai ekspansi industri nasional ke pasar global tetap penting. Pemerintah, kata dia, terus memperluas diversifikasi pasar ekspor melalui berbagai perjanjian dagang bilateral dan regional.
“Diplomasi industri harus diperkuat. Indonesia harus berani memposisikan diri bukan hanya sebagai eksportir bahan mentah, tetapi sebagai eksportir produk manufaktur bernilai tinggi,” katanya.
Salah satu sektor yang menjadi fokus ekspor adalah industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Dengan keunggulan Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Menperin optimistis Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri baterai global.








