Bandar Lampung (Lampost.co) — Praktik dugaan manipulasi harga saham atau saham gorengan kini tidak lagi leluasa bergerak. Otoritas pasar modal memastikan setiap pergerakan tidak wajar langsung terpantau melalui sistem digital berbasis peringatan dini.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menegaskan pengawasan kini mengandalkan teknologi smart surveillance system.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam agenda Market Outlook 2026 pada Selasa, 3 Maret 2026.
“Jadi sekarang ada sistemnya, baik di OJK maupun terutama di Bursa Efek Indonesia, adalah surveillance system, yang disebut smart surveillance system,” ujar Hasan.
Sistem Cerdas Pantau Harga dan Volume Secara Otomatis
Sistem pengawasan itu bekerja menggunakan parameter tertentu. Hal itu dengan memantau pergerakan harga, volume, dan pola transaksi setiap saat.
Ketika indikator melampaui batas kewajaran, sistem langsung mengirimkan alert. Pada tahap itu, pengawas menjalankan immediate action tanpa menunggu lama.
Pengawasan transaksi efek memang menjadi fungsi utama Bursa Efek Indonesia. Bursa memantau aktivitas perdagangan serta perilaku anggota bursa.
Sementara itu, OJK melakukan supervisi menyeluruh sebagai regulator. Kolaborasi itu memperkuat pengawasan dari hulu hingga hilir.
“Jadi ada satu fungsi utama kan di bursa yang kita tekankan di pengaturan OJK bahwa pengawasan transaksi efek atau perdagangan di bursa itu menjadi fungsi utama yang harus dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia, tentu bersama OJK dalam hal ini,” jelas Hasan.
Immediate Action dan Enhanced Due Diligence
Hasan mengakui BEI hanya dapat menjangkau anggota bursa secara langsung. Namun, bursa memiliki kewenangan meminta anggota menelusuri investor yang terdeteksi sistem.
Langkah itu menggunakan pendekatan Enhanced Due Diligence atau EDD. Melalui EDD, anggota bursa wajib menggali identitas dan motif transaksi investor.
“Nah immediate action yang kita maksudkan, kami memberikan ruang kepada pengawas Bursa Efek Indonesia. Bahkan, untuk melakukan aksi cepat setiap kali ada indikator yang terlampaui parameternya di surveillance system-nya,” kata Hasan.
“Dia bisa langsung menghubungi dan mengkontak dan memerintahkan anggota bursa untuk menyelidiki lebih lanjut motif dan ultimate dari investor yang terkena alert tadi, yang kita namakan EDD, Enhanced Due Diligence,” lanjutnya.
Melalui proses ini, otoritas dapat menilai transaksi berlangsung wajar atau mengarah pada manipulasi. Pengawas juga dapat mendeteksi dugaan penggunaan nominee atau rekayasa kepemilikan.
Hasan menekankan tindakan cepat bertujuan mencegah pelanggaran meluas. Otoritas ingin menghentikan potensi kerugian sebelum membesar.
Mekanisme UMA dan Suspensi Berjenjang
Selain sistem real time, BEI juga menerapkan skema Unusual Market Activity atau UMA. Status UMA muncul saat harga saham bergerak ekstrem dalam waktu singkat.
Penetapan UMA memberi sinyal peringatan kepada publik. Investor dapat menelaah situasi sebelum mengambil keputusan.
Jika volatilitas belum mereda, bursa dapat menerapkan suspensi perdagangan. Suspensi bisa berlaku satu sesi, satu hari, atau lebih lama.
“Sehingga investor punya waktu yang cukup untuk menggali informasi kira-kira apa yang terjadi, kenapa harganya naik, kenapa harganya turun, dan sebagainya. Tentu keputusan akhir tetap ada di tangan investor yang bersangkutan. Lalu kemudian suspensi bertahap, jadi suspensi berjenjang gitu ya, ada satu sesi, satu hari, dan seterusnya,” ucap Hasan.
Pengawasan Proaktif Jaga Integritas Pasar
Seluruh instrumen itu menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu. OJK dan BEI kini bergerak lebih proaktif. Pengawas tidak lagi menunggu laporan atau investigasi panjang. Mereka dapat meminta data tambahan saat itu juga.
Informasi yang digali mencakup identitas investor, validitas rekening, serta latar belakang transaksi. Otoritas juga menelusuri kemungkinan motif menyimpang dari praktik pasar wajar.
“Pengawas itu harus melakukan pemeriksaan. Nah pemeriksaannya tidak menunggu berlama-lama, tapi bisa dilakukan immediate response atau reaksi cepat dengan. Bahkan meminta anggota bursanya pada saat itu juga untuk membantu pemeriksa di bursa dan OJK menghadirkan kecukupan informasi tambahan,” ungkap Hasan.








