Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi fisik pembangunan gerai yang telah rampung sepenuhnya mengalami lompatan yang cukup besar.
Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memacu program penguatan ekonomi kerakyatan melalui perluasan jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung melaporkan proyek pembangunan fisik gerai koperasi di tingkat desa tersebut terus mengalami penambahan unit yang signifikan.
Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi fisik pembangunan gerai yang telah rampung sepenuhnya mengalami lompatan yang cukup besar. Proyeksi infrastruktur ini memang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat perdesaan di seluruh Bumi Ruwa Jurai.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, menegaskan target besar pembangunan ribuan unit koperasi ini berjalan sesuai dengan rencana. Secara keseluruhan, dari total target 2.651 unit, semua tahapan pengerjaan terus dipantau agar tidak menemui hambatan teknis.
“Saat ini masih dalam proses pembangunan semuanya untuk Koperasi Desa Merah Putih. Dari target 2.651 unit tidak ada kendala dalam prosesnya,” ujar Evie Fatmawaty di Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).
Evie menjelaskan gerai KDMP yang pengerjaannya sudah mencapai 100 persen atau selesai sepenuhnya terus bertambah dalam hitungan minggu. Jika pada pekan lalu jumlah gerai yang selesai baru 144 unit, kemudian meningkat jadi 174 unit. Kini jumlahnya telah menembus angka kisaran 300-an unit.
Di samping gerai yang rampung total, Pemprov juga mencatat ada 1.140 unit kini dalam progres pengerjaan fisik di lapangan. “Memang ada beberapa titik yang lahannya masih dalam proses pencarian. Namun, secara keseluruhan trennya terus meningkat untuk gerai yang pembangunannya sudah 100 persen,” ujarnya.
Keberhasilan di sektor infrastruktur fisik ini juga diimbangi dengan kesiapan dari sisi kelembagaan dan administrasi. Data terbaru Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Lampung, penguatan ekosistem KDMP menunjukkan indikator yang sangat sehat.
Saat ini, seluruh target 2.651 unit koperasi di Lampung telah memiliki kelembagaan yang sah, terdigitalisasi, dan berbadan hukum resmi. Langkah modernisasi ini makin kuat dengan fakta 657 unit koperasi telah memiliki akun sistem informasi Simkopdes (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa).
Untuk aspek spasial, proses pemetaan lahan untuk penempatan gerai kini telah mencapai 67,07%. Atau setara dengan 1.778 titik yang sudah teridentifikasi dengan jelas. Selain itu, aspek transparansi dan kepatuhan organisasi mulai berjalan baik. Sebanyak 184 koperasi tercatat telah sukses melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).
Geliat ekonomi dari kehadiran Koperasi Desa Merah Putih ini mulai terlihat nyata dari catatan pembukuan finansialnya. Hingga data kumulatif per 8 Mei 2026, volume transaksi yang jaringan koperasi ini bukukan telah mencapai 23.249 transaksi dengan nilai total perputaran uang sebesar Rp147,58 juta.
Kondisi likuiditas dan kepercayaan anggota terhadap koperasi desa ini juga tergolong kuat. Tercatat, saldo total untuk simpanan pokok Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Provinsi Lampung per 8 Mei 2026 telah menembus angka Rp1,12 miliar, dengan pendampingan saldo simpanan reguler yang berada di angka Rp145,6 juta. Dengan fondasi keuangan dan legalitas yang kuat, harapannya KDMP mampu menjadi motor penggerak utama dalam memangkas ketimpangan ekonomi antara wilayah kota dan desa di Lampung.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update