• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 29/03/2026 20:33
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Pertimbangkan Pakai APBN untuk Pembangunan Pesantren

Langkah itu muncul setelah insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri pada akhir September 2025.

EffranbyEffran
13/10/25 - 21:17
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Sejumlah petugas gabungan bersiap mengevakuasi korban bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

Sejumlah petugas gabungan bersiap mengevakuasi korban bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). (ANT)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun dan memperbaiki pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia.

Langkah itu muncul setelah insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri pada akhir September 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap keselamatan para santri di seluruh Indonesia. Untuk itu, pemerintah sedang mempelajari opsi penggunaan dana APBN untuk memperbaiki dan membangun pesantren, terutama yang kondisinya sudah tidak layak.

“Pascakejadian kemarin, muncul pemikiran apakah memungkinkan pembangunan pondok pesantren bersumber dari APBN,” kata Prasetyo di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan kajian mendalam, termasuk pendataan jumlah pesantren aktif, kondisi bangunan, serta potensi kebutuhan pembangunan baru. Ia menegaskan, fokus utama Presiden Prabowo adalah menjamin keselamatan dan keamanan para santri.

Sebagai langkah awal, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bertugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Tujuannya untuk memastikan kondisi fisik setiap pondok pesantren memenuhi standar keamanan bangunan.

“Kementerian PU turun ke lapangan untuk memastikan semua pembangunan fisik benar-benar aman,” ujarnya.

Tunggu Pengajuan Resmi

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum menerima usulan resmi terkait rencana penggunaan APBN untuk pembangunan pesantren. Ide tersebut baru tahu melalui pemberitaan media.

“Saya baru baca di media. Belum ada proposal yang masuk ke Kementerian Keuangan. Jadi saya belum tahu siapa yang mengusulkan,” jelas Purbaya saat menghadiri Media Gathering Kemenkeu 2025 di Bogor.

Ia menegaskan, Kementerian Keuangan akan menunggu pengajuan resmi sebelum membahas lebih lanjut soal pendanaan. “Kalau sudah ada proposalnya, baru akan kami pelajari bagaimana mekanismenya,” tambahnya.

Gagasan penggunaan APBN untuk membangun pondok pesantren pertama kali dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Ia menyebut, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny lebih efisien daripada renovasi karena kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan.

“Kalau soal anggaran, insyaallah cukup. Untuk sementara, kami siapkan dari APBN, tapi tidak menutup kemungkinan ada bantuan dari pihak swasta,” kata Dody.

Ia menjelaskan, secara umum anggaran untuk pondok pesantren berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Namun, kejadian di Sidoarjo bersifat darurat membuat Kementerian PU turun langsung dalam proses penanganan dan pembangunan ulang. “Yang di Sidoarjo pasti kami tangani dulu karena kondisinya darurat,” tegas Dody.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai rencana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny menggunakan dana APBN belum bersifat final. Menurutnya, pembahasan masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan resmi antara pemerintah dan DPR.

“Mungkin masih belum pada satu kesimpulan. Tapi DPR mendorong agar pemerintah memperhatikan pesantren yang sudah tua atau tidak layak,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

Kronologis Tragedi Ponpes Al Khoziny

Tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025 menjadi perhatian nasional. Gedung bertingkat yang ambruk itu menyebabkan sedikitnya 67 orang meninggal dunia, sebagian besar merupakan santri.

Peristiwa itu memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar keamanan dan konstruksi bangunan pesantren di seluruh Indonesia. Banyak pesantren yang berdiri di atas lahan terbatas dengan bangunan sederhana dan minim pengawasan teknis.

Rencana pemerintah menggunakan APBN untuk pembangunan pesantren sebagai langkah penting untuk meningkatkan keselamatan santri dan kualitas fasilitas pendidikan keagamaan. Namun, sejumlah pihak menilai perlu ada regulasi khusus agar penggunaan dana negara tetap transparan dan tepat sasaran.

Jika rencana itu disetujui, maka program pembangunan pondok pesantren akan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam APBN 2026. Hal itu seiring dengan agenda peningkatan kualitas pendidikan berbasis keagamaan dan penguatan ekonomi masyarakat pesantren di berbagai daerah.

Tags: APBNDody Hanggodopembangunan pesantrenPondok PesantrenponpesPrabowo SubiantoPrasetyo HadiPurbaya Yudhi SadewaSufmi Dasco Ahmadtragedi Sidoarjo
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

ilustrasi THR2

Kemnaker Tindak Lanjuti Ratusan Aduan THR, Ribuan Kasus Masih Berproses

byIsnovan Djamaludinand1 others
28/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—Proses penanganan aduan tunjangan hari raya (THR) terus berjalan intensif. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan setiap laporan yang masuk...

Arus Balik Lebaran 2026, Stok BBM dan LPG di Lampung Stabil

byEffran
28/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan energi di Lampung tetap stabil selama arus...

ilustrasi THR1

Kemnaker Tegaskan Laporan THR 2026 Harus Ditindak Cepat, Pengawasan Diperketat

byIsnovan Djamaludinand1 others
28/03/2026

  Bandar Lampung (Lampost.co)—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan setiap laporan terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2026 tidak akan membiarkannya menumpuk...

Berita Terbaru

redmi pad 2 4g
Teknologi

Redmi Pad 2 4G Meluncur, Tablet Rp2 Jutaan dengan Layar 11 Inci

byDenny ZY
29/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Xiaomi kembali menggoda pasar tablet terjangkau dengan menghadirkan Redmi Pad 2 4G. Perangkat ini hadir dengan...

Read moreDetails
harga ps5

Harga PS5 Naik Global, Gamer Harus Siap Merogoh Kocek Lebih Dalam

29/03/2026
melacak hp hilang

HP Android Hilang? Begini Cara Melacaknya dengan Cepat dan Akurat

29/03/2026
sony memory card

Sony Hentikan Produksi Memory Card, Industri Kreatif Terancam

29/03/2026
baterai hp cepat habis

7 Aplikasi Diam-Diam Bikin Baterai HP Android Cepat Habis

29/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.