Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung memproyeksikan penguatan sektor pertanian pada 2026 melalui peningkatan produksi padi, penerapan teknologi pertanian, serta pengamanan lahan sawah berkelanjutan.
Langkah ini untuk menjaga produktivitas Lampung sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, produksi padi Lampung pada 2025 mengalami peningkatan signifikan dari pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut merupakan dasar penetapan target produksi pada 2026.
“Produksi tahun ini naik hampir 15 persen, dari sekitar 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton. Tahun depan kami menargetkan kenaikan produksi kisaran 15 sampai 20 persen,” katanya.
Baca juga : Pemprov Gandeng BBPVP Serang Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Pertanian
Ia menjelaskan, peningkatan produksi akan kuat melalui penerapan pupuk organik cair yang proyeksknya merata pada 2026.
Program tersebut akan mampu mendongkrak produktivitas pertanian hingga 10 persen.
“Pupuk organik cair targetnya sudah bisa berguna secara lebih luas pada 2026,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari strategi pangan.
Upaya ini bersamaan dengan penguatan kerja sama perdagangan antardaerah.
Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Alih fungsi lahan menjadi salah satu tantangan utama sektor pertanian ke depan.
Mirza menyebut, seluruh pemerintah kabupaten dan kota telah melakukan pendataan dan pendaftaran lahan sawah berkelanjutan agar tidak mudah beralih fungsi.
“Bupati sudah kami instruksikan untuk menginventarisasi dan mendaftarkan lahan sawah berkelanjutan,” katanya.








