Bandar Lampung (Lampost.co) — Pergerakan harga emas menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang 2025. Secara keseluruhan harga emas naik sekitar Rp1 juta atau 65 persen dari akhir 2024 hingga akhir 2025.
Puncak kenaikan terjadi pada Oktober 2025. Data terbaru menunjukkan Antam menyentuh Rp2.537.000 per gram, naik dari Rp2.160.000 pada akhir September.
Lonjakan harga itu menjadi sorotan investor dan masyarakat. Emas kembali menjadi instrumen favorit sebagai pelindung kekayaan di tengah gejolak ekonomi global. Faktor pendorong utama mencakup ketegangan geopolitik, inflasi tinggi, pelemahan nilai rupiah, dan kenaikan permintaan safe haven.
Tren Harga Emas dari Akhir 2024 ke Akhir 2025
Harga emas Antam pada 31 Desember 2024 berada di sekitar Rp1.515.000 per gram. Nilai itu menjadi dasar awal pergerakan harga sepanjang 2025.
Memasuki Januari 2025, harga emas bergerak di kisaran Rp1.524.000 hingga Rp1.608.000 per gram. Permintaan emas terus meningkat sejak awal tahun. Puncak kenaikan emas terjadi pada Oktober 2025. Harga Antam naik tajam dari Rp2.160.000 di akhir September menjadi Rp2.537.000 per gram.
Setelah mencapai puncak, harga emas mengalami koreksi pada November 2025. Harga turun, tetapi tetap berada pada level tinggi.
Memasuki akhir Desember 2025, harga emas Antam stabil di kisaran Rp2.501.000 hingga Rp2.752.000 per gram. Stabilnya harga menunjukkan pasar mulai menyesuaikan diri setelah lonjakan.
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian
Data terbaru per 1 Januari 2026 menunjukkan harga emas di Galeri24 dan UBS mengikuti tren Antam dengan selisih kecil. Harga Galeri24 mencatat Rp2.537.000 per gram untuk produk emas batangan.
Harga buyback Galeri24 berada di Rp2.379.000 per gram. Sementara itu, UBS menetapkan harga jual sekitar Rp2.588.000 per gram dengan buyback Rp2.377.000 per gram.
Harga Antam cenderung memengaruhi seluruh pasar emas fisik di Indonesia. Galeri24 dan UBS mengikuti pergerakan Antam, meskipun terdapat selisih kecil karena premi retail. Hubungan harga itu menunjukkan keterkaitan kuat antara harga resmi Antam dan harga di pasar ritel.
Faktor Pendorong Lonjakan Harga Emas
Harga emas melonjak karena beberapa faktor global dan domestik, antara lain ketegangan geopolitik yang mendorong investor mencari aset aman. Kemudian inflasi global masih tinggi menyulitkan stabilitas pasar.
Selain itu pengaruh pelemahan rupiah terhadap mata uang utama dan permintaan safe haven meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Faktor-faktor itu mendorong emas menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai kekayaan.
Perkiraan harga emas di 2026 tetap fluktuatif. Investor perlu memantau perkembangan ekonomi global secara berkala.








