Bandar Lampung (Lampost.co) — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Lampung mendorong peningkatan edukasi kesehatan jantung serta memperluas pelatihan penanganan darurat bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit jantung sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi kasus henti jantung.
Poin Penting
- YJI Lampung meningkatkan edukasi pencegahan penyakit jantung dan pelatihan darurat.
- Program menekankan perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan utama.
- Pelatihan pertolongan pertama pada henti jantung diperluas ke komunitas dan tempat kerja.
- YJI menargetkan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di berbagai wilayah.
Ketua YJI Lampung, Wulan Sari Mirza, mengatakan pihaknya akan memperkuat kampanye pola hidup sehat melalui berbagai program edukasi yang menekankan pencegahan sejak dini. “Kami memperkuat edukasi preventif agar masyarakat memahami bahwa banyak faktor risiko dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup,” ujar dia.
Baca juga : Gencarkan Edukasi Cegah Penyakit Jantung di Kalangan Remaja dan Pekerja
Ia menyampaikan YJI Lampung juga menyiapkan peningkatan pelatihan pertolongan pertama pada henti jantung bagi masyarakat umum. Pelatihan ini untuk menjangkau lebih banyak lingkungan komunitas dan tempat kerja.
“Serangan jantung bisa terjadi kapan saja. Orang-orang terdekat yang sudah terlatih dapat menjadi penolong pertama,” Wulan menjelaskan.
Program tersebut penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien sebelum tenaga medis tiba. YJI Lampung menyasar kelompok masyarakat di berbagai wilayah agar lebih siap memberikan bantuan dasar saat kondisi darurat terjadi.
Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono, berharap setiap cabang YJI dapat semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang konsisten dan relevan.
“Gaungkan edukasi panca usaha jantung sehat secara kreatif dan berkesinambungan di seluruh komunitas, perkuat jejaring dengan seluruh pihak, serta kembangkan program inovatif yang selaras dengan kearifan lokal,” ujar dia.
Penguatan edukasi dan pelatihan ini diharapkan mampu memperbesar kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta respon cepat terhadap kasus henti jantung.







