Tora Sudiro bertransformasi menjadi sosok tertutup di film Ghost In The Cell karya Joko Anwar. Simak tantangan akting dan detail karakternya di sini!
JAKARTA — Aktor Tora Sudiro kembali menunjukkan bakat aktingnya melalui film terbaru berjudul Ghost In The Cell. Dalam film arahan sutradara Joko Anwar ini, Tora memerankan karakter bernama Anton.
Sosok Anton tampil sangat berbeda dari citra Tora di kehidupan nyata. Karakter ini digambarkan sebagai pribadi tertutup, penyendiri, serta memiliki sisi emosional yang kuat. Padahal, publik mengenal Tora sebagai sosok ekspresif, humoris, dan penuh spontanitas.
Baca juga : Gandeng Ilustrator Marvel dan DC, Joko Anwar Rilis Film Ghost In The Cell
Tora menceritakan awal keterlibatannya dalam proyek besar ini. Ia mengaku segera menerima tawaran Joko Anwar tanpa ragu. “Waktu ditawari sama Joko, ‘lo main di film gue ya’, saya langsung jawab, ‘oke, boleh’,” ujar Tora.
Namun, Joko Anwar memberikan syarat khusus untuk peran tersebut. Sutradara menginginkan Tora keluar dari zona nyamannya selama proses syuting berlangsung. Tora harus membatasi interaksi sosial demi mendalami karakter Anton.
“Tapi saya maunya kamu beda. Tidak boleh banyak senyum, tidak boleh ketawa, bahkan kalau bisa tidak berbaur dengan yang lain, jadi benar-benar sendiri,” kata Tora menirukan arahan Joko.
Selain itu, Tora juga sempat menanyakan detail unik mengenai orientasi seksual karakternya. Pertanyaan ini muncul karena memori film Arisan! tahun 2003 silam. Saat itu, Joko Anwar menjadi penulis skenario untuk peran ikonik Tora sebagai Sakti.
“Saya sempat tanya, ‘saya jadi homo atau tidak?’ Dijawab, ‘tidak, yang ini kamu laki-laki’,” ungkap Tora sambil bercanda.
Oleh karena itu, transformasi ini menjadi daya tarik utama bagi para calon penonton. Masyarakat tentu sangat penasaran melihat sisi dingin Tora Sudiro di layar lebar. Film Ghost In The Cell sendiri akan tayang di bioskop mulai 16 April 2026.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update