Lionsgate Siapkan Sekuel Film Biopik Michael Jackson Usai Sukses Besar di Box Office

Lionsgate resmi menggarap sekuel film biopik Michael Jackson setelah sukses besar meraup keuntungan triliunan rupiah. Intip bocoran cerita dan rencana produksinya!

Editor Nana Hasan
Sabtu, 23 Mei 2026 11.51 WIB
Lionsgate Siapkan Sekuel Film Biopik Michael Jackson Usai Sukses Besar di Box Office

Jakarta (Lampost.co) – Pihak Lionsgate tampaknya belum ingin menyudahi kisah perjalanan hidup sang Raja Pop legendaris di layar lebar. Melalui tayangan film Michael pada April 2026 lalu, penonton melihat pesan singkat berbunyi, “Kisahnya Berlanjut.”

Poin Penting

  • Studio Lionsgate secara resmi merencanakan proyek sekuel untuk film biopik bertajuk Michael.
  • Film pertama sukses besar di pasar global dengan mencetak pendapatan box office fantastis.
  • Proyek kedua akan mengeksplorasi fase kehidupan sang Raja Pop yang belum tersentuh sebelumnya.
  • Alur cerita film sekuel kemungkinan besar menggunakan struktur maju-mundur atau tidak kronologis.

Setelah film tersebut memicu sensasi global, pihak studio langsung bergerak cepat merancang proyek sekuelnya. Saat ini, manajemen tengah aktif berdiskusi dengan sejumlah investor serta analis terkait masa depan proyek sinema tersebut.

Baca juga : Film Biopik Sukses Besar, Musik Michael Jackson Kembali Rajai Billboard Hot 100

“Kami sangat antusias dengan kemajuan yang kami capai terkait film Michael yang kedua. Semua pembicaraan yang telah kami lakukan dengan semua pihak terkait terus berjalan dengan sangat lancar,” ungkap Kepala Lionsgate Motion Picture Group Adam Fogelson.

Eksplorasi Kisah yang Belum Terungkap

Sebagai informasi, film pertama berakhir saat Michael Jackson menjalani tur solo global perdananya pada tahun 1987. Padahal, masih banyak fase kehidupan sang bintang yang belum masuk ke dalam alur cerita film pertama.

Baca juga : Sinopsis Film Keluarga Suami adalah Hama: Kisah Pilu Raihaanun Menjadi Pembantu Mertua

Lionsgate melihat potensi besar pada era kesuksesan album Dangerous serta berbagai kontroversi pada sisa hidup sang musisi. Oleh karena itu, sekuel ini akan menggali sisi emosional serta skandal yang sempat menghantui karirnya.

“Saya akan mengatakan bahwa ada banyak sekali kisah Michael Jackson yang sangat menghibur, dan sebagian besar bagian terbesar dan paling populer dari katalog musiknya yang tidak disinggung dalam film pertama,” kata Fogelson.

Selain itu, manajemen menjelaskan bahwa susunan cerita proyek masa depan tidak akan mengalir secara kronologis. Taktik ini sengaja mereka pilih demi memberikan dinamika visual yang jauh lebih menarik bagi penonton bioskop.

“Kita bisa maju mundur dalam menceritakan kisah ini,” tambah pimpinan Lionsgate itu.

Dinamika Produksi dan Penghematan Anggaran

Meskipun film pertama mencetak sukses besar di box office, proses produksinya ternyata sempat menghadapi kendala rumit. Awalnya, tim produksi mendedikasikan sebagian besar babak ketiga film untuk mengupas tuntas kasus hukum sang mega bintang.

Namun, tim pengacara warisan Jackson terpaksa membatalkan rencana tersebut karena terganjal klausul hukum masa lalu. Akibatnya, sutradara harus memotong sejumlah adegan penting agar tidak melanggar ketentuan hukum dengan pihak korban.

Kendati demikian, Adam Fogelson menilai pembatalan tersebut justru membawa keuntungan finansial tersendiri bagi proyek film kedua. Alasan utamanya, sebagian materi yang terkena sensor dapat mereka gunakan kembali untuk menghemat anggaran belanja studio.

“Kami memperkirakan sudah ada 25 hingga 30 persen materi film kedua yang telah registrasi dari aktivitas produksi sebelumnya, dan tentu saja hal itu akan memberikan manfaat finansial pada akhirnya,” pungkasnya.

Sebagai catatan akhir, film Michael sendiri menghabiskan biaya produksi awal sebesar Rp2,7 triliun rupiah. Namun, film ini sukses membayar lunas modal tersebut dengan meraup pendapatan global mencapai Rp12,4 triliun rupiah.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI