Jakarta (Lampost.co) – Film animasi Jumbo mencetak prestasi gemilang setelah tayang perdana di bioskop Korea Selatan pada 18 Februari 2026. Berdasarkan data resmi KoBiz, karya sutradara Ryan Adriandhy ini langsung melesat ke posisi keenam daftar box office harian.
Poin Penting
- Prestasi Box Office: Jumbo menempati posisi ke-6 pada hari pertama penayangan di Korea Selatan.
- Jumlah Penonton: Meraih 12.648 penonton dari total 355 layar pada pembukaan perdana.
- Viral di Medsos: Lagu “Selalu Ada di Nadimu” versi Korea menjadi tren di kalangan siswa SD setempat.
- Jejak Internasional: Telah tayang di lebih dari 10 negara termasuk Rusia, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.
Persaingan Ketat di Pasar Sinema Korea
Meskipun bersaing dengan film lokal, Jumbo mampu menarik perhatian 12.648 penonton pada hari pembukaan melalui 355 layar. Oleh karena itu, film ini bersaing ketat dengan film horor Korea berjudul App the Horror. Namun, posisi Jumbo sedikit bergeser ke urutan ke-11 pada hari kedua penayangan dengan tambahan 2.470 penonton.
Baca juga : Lisa BLACKPINK Syuting Extraction: Tygo di Kemang, Polisi Siaga Ketat
Sementara itu, pasar bioskop Korea Selatan saat ini masih didominasi oleh film The King’s Warden. Walaupun demikian, pencapaian Jumbo tetap dianggap signifikan karena mampu bertahan di tengah persaingan internasional yang sangat ketat.
Viralnya Lagu Tema Versi Korea
Selain prestasi di tangga film, fenomena menarik juga muncul melalui media sosial menjelang jadwal penayangan resmi. Faktanya, sejumlah siswa Sekolah Dasar di Korea Selatan tertangkap kamera sedang menyanyikan lagu tema film ini. Mereka menyanyikan lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang telah dialihbahasakan ke dalam versi bahasa Korea.
Lagu tersebut merupakan karya kolektif musik Laleilmanino yang sangat populer di Indonesia. Kemudian, momen menggemaskan ini menjadi viral melalui unggahan akun Instagram @official_jeongdawoonandboys dan memicu respons positif netizen.
Ekspansi Global Visinema Studios
Sebelum mendarat di Korea, Jumbo sebenarnya telah melanglang buana ke berbagai negara lintas benua sejak Juni 2025. Awalnya, film ini menyapa penonton di Rusia, Uzbekistan, hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura. Selanjutnya, ekspansi berlanjut menuju Vietnam, Taiwan, serta Uni Emirat Arab pada akhir tahun lalu.
Secara garis besar, film ini mengisahkan petualangan Don, seorang anak yatim piatu yang ingin membuktikan kemampuannya. Petualangan ajaib dimulai saat Don berusaha merebut kembali buku dongeng warisan orang tuanya yang hilang dicuri. Akhirnya, melalui perjalanan bersama bidadari kecil bernama Meri, Don belajar memahami arti keberanian dan persahabatan yang sejati.








