Jakarta (Lampost.co) – Aktris Cinta Laura merasa geram melihat kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Kasus ini menjadi viral setelah unggahan di platform X mengungkap dugaan pelecehan oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI. Terduga pelaku kabarnya melakukan objektifikasi tubuh perempuan hingga melontarkan lelucon cabul dalam grup obrolan.
Poin Penting
- Skandal dugaan pelecehan seksual menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
- Kasus bermula dari bocornya grup obrolan berisi objektifikasi tubuh perempuan secara vulgar.
- Terduga pelaku merupakan mahasiswa berprestasi yang menjabat posisi penting di organisasi kampus.
- Cinta Laura mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut transparansi dari pihak UI.
- Desakan muncul agar tidak ada intervensi internal untuk melindungi nama baik para pelaku.
Kasus ini memicu amarah publik karena menyeret para calon penegak hukum di masa depan. Beberapa terduga pelaku bahkan memegang jabatan strategis sebagai pimpinan organisasi kemahasiswaan hingga ketua angkatan. Hingga kini, pihak internal Fakultas Hukum UI masih melakukan investigasi mendalam terkait skandal tersebut.
baca juga : Ruby Rose Tuding Katy Perry Lakukan Pelecehan Seksual di Melbourne
Cinta Laura memberikan reaksi keras melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa, 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan seksual sama sekali tidak memiliki ruang toleransi.
“Kekerasan seksual dalam bentuk apapun dan di manapun is completely unacceptable!” tulis Cinta Laura melalui akun Instagram @claurakiehl.
Penyanyi ini merasa miris lantaran peristiwa memuakkan tersebut terjadi di institusi pendidikan ternama. Cinta sangat menyesalkan perilaku buruk tersebut muncul dari orang-orang yang kelak menjaga keadilan di Indonesia.
“Fakta bahwa kasus ini terjadi di lingkungan pendidikan dan melibatkan calon penegak hukum bener-benar bikin aku marah,” tulis Cinta Laura.
Oleh karena itu, ia mendesak pihak universitas untuk bertindak transparan dalam menangani kasus ini. Cinta meminta pihak kampus tidak memberikan perlindungan apa pun kepada para pelaku pelecehan tersebut.
“Pihak kampus harus transparan dan usut tuntas para pelaku. Gak boleh ada intervensi dari pihak manapun yang mau ngelindungin pelaku!” tulis Cinta Laura.
Sebagai bentuk dukungan moral, Cinta menyatakan keberpihakannya kepada mahasiswa yang berani bersuara. Ia berkomitmen untuk terus mengawal tuntutan keadilan bagi para korban di lingkungan kampus tersebut.
“Saya berdiri bersama para mahasiswa yang menuntut keadilan yang sesungguhnya,” pungkas Cinta Laura.









