Jakarta (Lampost.co) – Aktris Australia Ruby Rose mengejutkan publik melalui pengakuannya terkait bintang pop dunia, Katy Perry. Rose mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh sang penyanyi di sebuah klub malam. Pernyataan berani ini muncul melalui kolom komentar pada akun Threads milik media Complex.
Poin Penting
- Ruby Rose menuduh Katy Perry melakukan pelecehan seksual di klub malam Spice Market, Melbourne.
- Kejadian tersebut diklaim terjadi sekitar 20 tahun lalu saat Rose masih berusia awal 20-an.
- Rose mengaku memiliki bukti foto dan saksi mata karena peristiwa terjadi di ruang publik.
- Pihak Katy Perry membantah tegas dan menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan berbahaya.
- Manajemen Perry menyoroti rekam jejak Ruby Rose yang sering melontarkan tuduhan di media sosial.
Insiden tersebut menurutnya terjadi sekitar dua dekade lalu di sebuah klub malam kawasan Melbourne, Australia. Rose merasa perlu waktu sangat lama untuk akhirnya berani mengungkapkan kejadian pahit tersebut ke ruang publik. Saat peristiwa berlangsung, sang aktris mengaku masih berusia awal 20-an.
Baca juga : Bocoran Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Siap Menikah di New York 2026
“Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap saya di klub malam Spice Market di Melbourne,” tulis Ruby Rose.
Kini, bintang serial Orange Is the New Black tersebut telah menginjak usia 40 tahun. Ia menegaskan bahwa banyak orang menyaksikan peristiwa itu karena terjadi di tempat terbuka. Bahkan, Rose mengklaim memiliki bukti foto yang kuat untuk mendukung pernyataannya.
“Saat itu saya baru berusia awal 20-an. Sekarang saya berusia 40 tahun. Butuh hampir dua dekade untuk mengatakan ini secara terbuka,” lanjutnya.
Pihak perwakilan Katy Perry langsung memberikan bantahan keras terhadap seluruh tuduhan serius tersebut. Mereka menyatakan bahwa klaim Ruby Rose merupakan kebohongan yang sangat berbahaya. Selain itu, manajemen Perry menilai tuduhan ini dapat merusak reputasi sang artis secara sepihak.
“Tuduhan tersebut adalah kebohongan yang berbahaya dan sembrono,” ujar perwakilan Katy Perry.
Manajemen Perry juga menyinggung rekam jejak Ruby Rose dalam melemparkan tuduhan publik di media sosial. Mereka menganggap Rose sering membuat pernyataan kontroversial yang kebenarannya sering dibantah oleh pihak-pihak terkait.
“Nn. Rose memiliki riwayat terdokumentasi dalam membuat tuduhan serius secara publik di media sosial terhadap berbagai individu, yang berulang kali dibantah oleh pihak-pihak yang disebutkan,” ungkap pihak Katy Perry.
Hingga saat ini, belum ada laporan hukum resmi terkait perselisihan antara dua pesohor dunia tersebut. Publik masih terus menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai bukti foto yang Ruby Rose janjikan sebelumnya.









