Jakarta (Lampost.co) – Musisi Malaysia Ariff Bahran mengaku menjadi korban penipuan promotor konser Sheila on 7. Kasus ini, terjadi sejak 2024, sehingga menyebabkan kerugian besar. Awalnya, Ariff berniat menghadirkan Sheila on 7 ke Malaysia pada tahun 2024. Karena itu, ia bekerja sama dengan promotor yang tidak diungkap identitasnya.
Poin Penting
- Ariff Bahran mengaku ditipu promotor konser Sheila on 7.
- Kerugian mencapai RM425 ribu atau sekitar Rp1,4 miliar.
- Pembayaran kontrak dan lisensi sudah lunas sejak 2024.
- Promotor tidak mengembalikan dana hingga satu tahun berlalu.
Selanjutnya, Ariff menyetorkan dana awal untuk kontrak dan lisensi konser. Bahkan, pembayaran tersebut sudah lunas sejak tahun sebelumnya.
Namun, hingga kini, promotor tersebut tidak memberikan kabar lanjutan. Akibatnya, rencana konser Sheila on 7 di Malaysia akhirnya gagal terlaksana.
Lebih parah lagi, pihak promotor belum mengembalikan uang sepeser pun. Padahal, mereka sempat berjanji mengembalikan dana tersebut sejak tahun lalu.
Ariff Bahran menyampaikan kasus ini melalui video Instagram. Ia mengunggah pernyataannya di akun @capricedaddycap pada Selasa (23/12).
“Saya Ariff Bahran dan rekan-rekan terlibat dalam kasus penipuan sebanyak RM425 ribu. Event organizer seharusnya membawa Sheila on 7 ke Malaysia tahun lalu untuk mengadakan suatu konser. Tetapi, akhirnya gagal,” tutur Ariff.
Ia menambahkan bahwa promotor sempat berjanji melunasi pengembalian dana. Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi hingga satu tahun berlalu.
“Mereka setuju untuk bayar balik. Tetapi sampai sekarang, uang kami belum dibayar. Sesudah satu tahun.”
Selain dirinya, rekan-rekan Ariff juga mengalami dampak serius. Beberapa di antaranya harus menggadaikan emas demi bertahan hidup.
Bahkan, mobil milik salah satu rekan ditarik karena kesulitan keuangan. Kondisi itu terjadi setelah dana konser Sheila on 7 tidak kunjung kembali.
Ariff menegaskan bahwa ia masih menunggu itikad baik promotor tersebut. Ia juga menolak anggapan bahwa videonya dibuat demi popularitas.
“Tolong aku dan teman-teman. Kami viralkan ini bukan untuk mencari popularitas, tetapi agar kasus ini mendapat perhatian publik dan bisa dipercepat prosesnya. Aku mohon,” ujar Ariff.








