• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 18/03/2026 22:38
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Hukum

Ini Tuntutan LBH Bandar Lampung Soal Polemik Warga Anak Tuha dan PT BSA

DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan warga Anak Tuha, Lampung Tengah, dan LBH Bandar Lampung,

Triyadi IsworoAsrul Septian MalikbyTriyadi IsworoandAsrul Septian Malik
16/09/25 - 22:00
in Hukum, Kriminal, Lampung
A A
Warga Anak Tuha Lampung Tengah, dan LBH Bandar Lampung, menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Lampung, Selasa, 16 September 2025 terkait polemik konflik agraria dengan PT. Bumi Sentosa Abadi (BSA). (Foto: Lampost.co / Asrul Septian Malik)

Warga Anak Tuha Lampung Tengah, dan LBH Bandar Lampung, menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Lampung, Selasa, 16 September 2025 terkait polemik konflik agraria dengan PT. Bumi Sentosa Abadi (BSA). (Foto: Lampost.co / Asrul Septian Malik)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan warga Anak Tuha, Lampung Tengah, dan LBH Bandar Lampung, Selasa, 16 September 2025. RDP tersebut terkait polemik konflik agraria dengan PT. Bumi Sentosa Abadi (BSA).

Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas menyebutkan, LBH mendampingi warga menyampaikan beberapa tuntutan. “Ada 3 tuntutan yang kami ajukan” ujarnya.

Kemudian menurut Prabowo, sejak November 2024 LBH Bandar Lampung mendampingi sekitar 400 Kepala Keluarga dari tiga desa dengan berbagai langkah. Mulai dari investigasi, dokumentasi, aksi massa, hingga pendampingan hukum.

Menurutnya, konflik ini bermula sejak awal 1970-an ketika PT. Chandra Bumi Kota masuk ke wilayah Anak Tuha dengan dasar perjanjian sepihak, lalu beralih kepada PT. BSA melalui penerbitan HGU yang tidak pernah diketahui atau disetujui masyarakat.

“Sejak 2012 warga kembali menggarap tanah. Namun menghadapi penggusuran besar pada 2013–2014 dan 2023 besertai penangkapan serta intimidasi,” katanya.

Ganti Rugi Manipulatif

Kemudian banyak tanah warga yang sudah bersertifikat justru masuk dalam HGU PT. BSA. Ada sertifikat yang terbit hanya separuh luasnya, ada juga yang tidak bisa tergarap penuh karena tertanami tebu perusahaan.

“Peta ATR/BPN yang bisa terakses publik memperlihatkan jelas bidang tanah warga berada dalam HGU. Bukti lain berupa batas-batas historis seperti makam tua dan pohon besar juga menunjukkan penguasaan lama,” katanya.

Selain itu, ia menyebut, proses ganti rugi terbukti manipulatif. Warga dipanggil ke kecamatan, diminta tanda tangan, mendapat uang, lalu lahannya tergusur. Banyak yang tidak tahu bahwa itu teranggap sebagai ganti rugi resmi.

“Gugatan yang pernah terajukan atas nama masyarakat justru melemahkan posisi warga karena bukan dari kelompok inti. Kedua gugatan kalah dan menjadi dasar pembenaran perusahaan. Padahal warga yang menolak ganti rugi tetap berpegang bahwa perjuangan mereka adalah mempertahankan tanah, bukan uang,” katanya.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sempat membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria dan DPRD Kabupaten berkomitmen membentuk Pansus. Ada kesepakatan agar PT. BSA menghentikan aktivitas hingga 31 Oktober 2025.

“Namun perusahaan tetap beroperasi dan SK Bupati tentang Gugus Tugas tidak berjalan nyata. Perjuangan masyarakat selalu berbarengan kriminalisasi. Pada 17 Agustus 2025, ketika warga masuk ke lahan untuk memperingati kemerdekaan, sore harinya mereka langsung dipanggil polisi. Surat panggilan seolah terburu-buru hingga salah ketik dasar UU, seharusnya UU Perkebunan tapi tertulis UU Kehutanan,” katanya.

Lalu menurutnya, perjuangan ini bukan sekadar soal ganti rugi, tetapi mempertahankan tanah adat yang terampas. Kalau hanya mengandalkan jalur legal formal, masyarakat tidak akan pernah menang. Karena itu DPRD perlu menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong penyelesaian melalui Gugus Tugas Reforma Agraria dengan melibatkan akademisi, masyarakat, dan instansi terkait.

Tiga Point Tuntutan Warga:

1. Audit dan lakukan pengawasan aktivitas PT BSA yang merampas tanah rakyat tiga kampung.

2. Dorong Gubernur dan ATR/BPN Provinsi Lampung untuk mengevaluasi HGU PT BSA; salah satunya akan habis pada 2029.

3. Komisi I turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi riil, termasuk monumen tua sebagai saksi sejarah, serta dampak sosial berupa hilangnya mata pencaharian, anak-anak yang terancam putus sekolah, dan terganggunya dapur keluarga.

Tags: Anak TuhaBumi AjiDPRD Provinsi LampungGarinca Reza FahleviGUBERNUR LAMPUNGKomisi I DPRD LampungKonflik agrariakonflik tanahLampung TengahLBH Bandar LampungNegara Aji BaruNegara Aji TuhaPT. BSAPT. Bumi Sentosa AbadiRahmat Mirzani Djausalrapat dengar pendapatRDPSengketa Tanahtanah adatWARGA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

14 CCTV Dipasang, Terminal Rajabasa Perkuat Keamanan Mudik Lebaran 2026

byNurand1 others
18/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---- Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung, telah memasang 14 kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik sebagai...

Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung Jonter Sitohang memprediksi sebanyak 24.463 orang penumpang akan turun di Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung selama periode angkutan Lebaran 2026.Dok/Lampost.co.

Sebanyak 24.463 Penumpang Diprediksi Turun di Terminal Tipe A Rajabasa selama Periode Angkutan Lebaran

byNurand1 others
18/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)--- Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung Jonter Sitohang memprediksi sebanyak 24.463 orang penumpang akan...

Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandarlampung, mengatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah sudah terlewati pada Selasa (17/3).Dok/Lampost.co

Puncak Arus Mudik di Terminal Rajabasa Terjadi pada 17 Maret 2026

byNurand1 others
18/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)----Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung, mengatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah sudah terlewati pada,...

Berita Terbaru

Bandar Lampung

14 CCTV Dipasang, Terminal Rajabasa Perkuat Keamanan Mudik Lebaran 2026

byNurand1 others
18/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---- Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung, telah memasang 14 kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik sebagai...

Read moreDetails
Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung Jonter Sitohang memprediksi sebanyak 24.463 orang penumpang akan turun di Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung selama periode angkutan Lebaran 2026.Dok/Lampost.co.

Sebanyak 24.463 Penumpang Diprediksi Turun di Terminal Tipe A Rajabasa selama Periode Angkutan Lebaran

18/03/2026
declan rice

Eberechi Eze dan Declan Rice Segel Tiket Perempat Final Arsenal

18/03/2026
Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandarlampung, mengatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah sudah terlewati pada Selasa (17/3).Dok/Lampost.co

Puncak Arus Mudik di Terminal Rajabasa Terjadi pada 17 Maret 2026

18/03/2026
skuad real madrid rayakan gol

Real Madrid Hancurkan Manchester City di Etihad dan Lolos ke 8 Besar

18/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.