Guru Penggerak Penjaga Eksistensi Bahasa Lampung

Editor Delima Natalia
Selasa, 21 April 2026 14.39 WIB
Guru Penggerak Penjaga Eksistensi Bahasa Lampung
Bimtek guru utama revitalisasi bahasa daerah tingkat SD/MI, 20–22 April 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung. (Dok. Balai Bahasa Provinsi Lampung)

Bandar Lampung (lampost.co)–Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah tingkat SD/MI pada 20 hingga 22 April 2026. Bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, kegiatan ini bertujuan mencetak guru-guru penggerak yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi bahasa Lampung di sekolah.

Sebanyak 112 guru utama dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung disiapkan untuk mengemban misi pelindungan dan pengembangan bahasa daerah. Mereka diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu mengimbaskan ilmu yang didapat kepada rekan sejawat di wilayah masing-masing.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia memberikan catatan kritis bahwa pelestarian bahasa daerah tidak bisa hanya mengandalkan sekolah, melainkan harus mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

“Keluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pertama dalam pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak. Jika di rumah sudah tidak digunakan, upaya pelestarian akan jauh lebih sulit. Di rumah itulah fondasi bahasa terbangun,” tegas Dora Amalia, Senin, 20 April 2026.

Senada, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Muhammad Muis, menyebutkan bahwa bimtek ini adalah komitmen nyata pihaknya dalam menjaga kekayaan budaya lokal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar bahasa Lampung tetap hidup dan relevan.

Selama tiga hari, para peserta belajar materi teknis dan praktik yang beragam. Mulai dari seni mendongeng, dendang syair, puisi, hingga penulisan dan pembacaan aksara Lampung. Seluruh materi memastikan para guru mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif.

Melalui program ini, Balai Bahasa Lampung berharap para guru utama mampu meningkatkan kualitas pengajaran bahasa dan sastra daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung di tengah tantangan zaman.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI