Iran Kirim Ancaman Keras ke AS dan Israel, Peringatkan Perang Meledak di Luar Timur Tengah

Editor Effran
Jumat, 22 Mei 2026 11.21 WIB
Iran Kirim Ancaman Keras ke AS dan Israel, Peringatkan Perang Meledak di Luar Timur Tengah
Kilang minyak di bom dalam perang Iran-Israel dan AS. ATTA KENARE / AFP

Teheran (Lampost.co) – Ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bisa semakin meluas. Garda Revolusi Islam Iran kini mengeluarkan ancaman terbuka terkait kemungkinan perang yang lebih luas jika serangan baru kembali terjadi.

Peringatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal serangan lanjutan terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan. Situasi terbaru membuat dunia kembali menyoroti potensi konflik besar di Timur Tengah.

Garda Revolusi Iran Ancam Serangan Lebih Besar

Garda Revolusi Islam Iran menegaskan pihaknya belum mengerahkan seluruh kekuatan militer selama konflik berlangsung.

Mereka memperingatkan perang dapat meluas jauh keluar kawasan Timur Tengah jika Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang Iran. “Jika agresi terhadap Iran terulang, perang regional akan meluas jauh keluar kawasan,” bunyi pernyataan Garda Revolusi, melalui situs resmi Sepah News pada Rabu (20/5/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Garda Revolusi juga menegaskan Iran siap melancarkan serangan balasan besar. Mereka menyebut kekuatan militer Iran mampu menghancurkan lawan jika konflik kembali pecah. “Serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda,” tulis Garda Revolusi Iran.

Pihak Iran juga menyebut Amerika Serikat dan Israel memakai kemampuan militer terbaik selama perang berlangsung. Meski begitu, Iran mengklaim belum menggunakan seluruh kekuatan revolusi Islam.

Trump Buka Peluang Serang Iran Lagi

Ancaman Iran muncul setelah Donald Trump kembali memberi ultimatum terhadap Teheran. Trump mengatakan Amerika Serikat masih membuka kemungkinan melancarkan serangan baru jika negosiasi damai gagal tercapai.

Ia memberi tenggat waktu singkat untuk penyelesaian konflik. Ia menyebut keputusan akhir kemungkinan muncul pada akhir pekan atau awal pekan depan. “Saya mengatakan dua atau tiga hari,” ujar Trump.

Ketegangan kedua pihak sebenarnya sempat menurun setelah gencatan senjata berlaku sejak 8 April 2026. Namun, hubungan Iran, Amerika Serikat, dan Israel tetap panas akibat negosiasi yang belum mencapai kesepakatan.

Perang yang pecah sejak 28 Februari lalu menewaskan sejumlah tokoh penting Iran. Salah satu korban dalam laporan ialah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Konflik itu juga memicu serangan rudal dan drone balasan dari Teheran ke berbagai wilayah.

Menlu Iran Sebut Dunia Akan Terkejut

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ikut memberi peringatan keras melalui media sosial X. Perang baru akan menghadirkan kejutan lebih besar bagi dunia. “Kembalinya perang akan menghadirkan lebih banyak kejutan,” tulis Abbas Araghchi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan Iran masih bersiap menghadapi kemungkinan konflik lanjutan. Pernyataan saling ancam antara Iran dan Amerika Serikat kini memicu kekhawatiran global.

Pasar energi dan geopolitik dunia mulai mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah. Konflik yang semakin luas bisa mengganggu stabilitas kawasan dan jalur distribusi minyak dunia.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI