Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung terus berinovasi untuk menekan penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC). Salah satu langkah terbarunya ialah pemanfaatan teknologi X-ray portabel guna mempercepat dan mempermudah proses deteksi dini kasus TBC di masyarakat.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan kasus TBC di kota setempat.
“Kami berkomitmen menuntaskan TBC di Bandar Lampung. Penggunaan X-ray portabel membuat deteksi penyakit ini bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujar Muhtadi, Kamis, 6 November 2025.
Menurutnya, teknologi ini memungkinkan tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Alat tersebut dapat menjangkau berbagai lokasi yang sulit diakses, seperti lembaga pemasyarakatan (lapas) dan sekolah-sekolah.
“Inovasi ini merupakan bagian dari strategi besar kami menekan angka penularan TBC sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030,” jelasnya.
Muhtadi menuturkan, banyak kasus TBC yang terlambat terdeteksi karena masyarakat kerap menganggap batuk berkepanjangan sebagai penyakit ringan. Padahal, keterlambatan diagnosis dapat memperbesar risiko penularan di lingkungan sekitar.
TOSS
Untuk mencegah hal tersebut, seluruh puskesmas di Bandar Lampung kini telah menerapkan program nasional TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh). Melalui program ini, tenaga kesehatan didorong agar lebih proaktif mendatangi warga berisiko tinggi terpapar TBC.
“Dinkes tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Petugas kami turun langsung ke rumah-rumah untuk memeriksa dahak dan melakukan wawancara gejala. Jika ditemukan indikasi TBC, pasien segera mendapat pengobatan sesuai standar nasional,” kata Muhtadi.
Ia menambahkan, setiap pasien TBC mendapat pendampingan dari Pengawas Minum Obat (PMO) yang berasal dari kader kesehatan atau tenaga medis. Langkah ini memastikan pasien tidak menghentikan pengobatan sebelum benar-benar sembuh.
“Seluruh proses pengobatan tercatat melalui aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Dengan sistem ini, perkembangan pasien dapat dipantau secara transparan dan terukur,” ujarnya.
Melalui inovasi teknologi dan strategi penjangkauan aktif, Dinkes Bandar Lampung berharap upaya pemberantasan TBC dapat berjalan lebih cepat. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami batuk berkepanjangan.








