Bandar Lampung (Lampost.co) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung akan mulai menggelar uji kompetensi guru pada Oktober 2025. Program ini ditujukan kepada guru jenjang SMA dan SMK, sebagai upaya pemetaan menyeluruh terhadap kompetensi mengajar mereka.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa tahap awal pelaksanaan uji kompetensi akan dimulai di Bandar Lampung, kemudian dilanjutkan ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Lampung.
“Kita mulai bulan depan di Bandar Lampung, setelah itu kita lanjutkan ke daerah lain,” ujar Thomas, Senin, 29 September 2025.
Adapun uji kompetensi ini mencakup 15 mata pelajaran utama, serta tambahan uji untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Seluruh proses akan dilakukan menggunakan metode *Computer Assisted Test* (CAT) atau tes berbasis komputer.
Lebih lanjut, Thomas menegaskan bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi dasar dalam melakukan pemetaan kompetensi guru. Hal ini penting agar kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa benar-benar optimal.
“Kami ingin mengetahui guru mana saja yang telah memenuhi standar kompetensi. Bagi yang belum, kami akan arahkan untuk mengikuti program peningkatan kompetensi,” jelasnya.
Dua Aspek
Menurutnya, setiap guru harus menguasai dua aspek penting kompetensi sesuai bidang mata pelajaran yang diajarkan, serta kemampuan mengajar yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kalau gurunya kompeten, insyaallah proses pembelajaran juga akan berkualitas,” tambah Thomas.
Tidak berhenti di situ, Disdikbud Lampung juga merancang program *Training of Trainer* (ToT) untuk guru Bimbingan Konseling (BK), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan dapat menularkan ilmu dan metode pengajaran baru kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing.
“Kami dorong mereka mengikuti ToT agar penguasaan literasi dan metode pembelajaran semakin baik. Kami ingin mereka tidak lagi terpaku pada metode konvensional, tetapi adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Melalui langkah ini, Disdikbud Lampung berharap kualitas guru di provinsi ini meningkat signifikan, dan berdampak langsung pada mutu pendidikan siswa.








